Bantuan Petani Terdampak Kekeringan – menjadi salah satu langkah yang kini Pemprov Jawa Timur siapkan untuk menghadapi dampak musim kemarau panjang. Pemerintah provinsi berencana membantu petani yang kehilangan hasil panen sekaligus kesulitan memulai masa tanam baru karena pasokan air menurun.
Musim kemarau panjang telah memengaruhi sejumlah wilayah Jawa Timur. Pemprov Jatim mencatat 24 kabupaten/kota berada dalam status darurat kekeringan. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi ketersediaan air, tetapi juga mengganggu kegiatan pertanian.
Sejumlah lahan pertanian mengalami kekurangan air sehingga petani menghadapi ancaman gagal panen. Di beberapa lokasi, keterbatasan pasokan air bahkan menghambat petani untuk memulai penanaman.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan Pemprov Jatim sedang mengkaji pemanfaatan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Pemerintah mempertimbangkan anggaran tersebut untuk menangani dampak kekeringan, termasuk membantu petani yang mengalami gagal panen.
Pemprov Jatim Pertimbangkan Bantuan Bibit
Pemprov Jatim menempatkan bantuan bibit sebagai salah satu pilihan untuk mendukung petani. Bantuan tersebut dapat membantu mereka memulai kembali kegiatan pertanian pada masa tanam berikutnya.
Emil menjelaskan bahwa pemerintah provinsi setidaknya dapat menyediakan bibit. Meski demikian, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan lain sesuai kondisi setiap daerah.
Karena karakter dampak kekeringan berbeda di setiap wilayah, Pemprov Jatim perlu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Koordinasi tersebut akan membantu pemerintah menentukan kebutuhan petani secara lebih tepat.
Selain mengancam hasil panen, kekurangan air dapat menghambat kegiatan pertanian pada periode berikutnya. Oleh sebab itu, pemerintah tidak hanya memperhatikan kerugian pada musim berjalan, tetapi juga keberlanjutan aktivitas pertanian setelah kondisi membaik.
Tiga Langkah untuk Memenuhi Kebutuhan Air
Pemprov Jatim juga memetakan kawasan yang memiliki risiko tinggi terhadap kekeringan. Berdasarkan kondisi sumber air di setiap lokasi, pemerintah menyiapkan tiga cara untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dan sektor pertanian.
Pertama, pemerintah dapat mengoperasikan pompa apabila sumber air permukaan masih tersedia dan jaraknya memungkinkan. Pompa tersebut akan membantu mengalirkan air menuju kawasan yang membutuhkan.
Kedua, pemerintah dapat membuat sumur bor apabila suatu wilayah mempunyai potensi air tanah yang memadai. Cara ini menjadi alternatif ketika masyarakat sulit mengandalkan sumber air permukaan.
Ketiga, pemerintah dapat memasang jaringan pipa untuk membawa air dari sumber yang masih tersedia menuju daerah kekeringan.
Sebelum musim kemarau berlangsung lebih intens, Pemprov Jatim juga sudah mendistribusikan pompa ke sebagian besar wilayah Jawa Timur. Pemerintah berharap peralatan tersebut dapat membantu daerah menjaga ketersediaan air selama periode kering.

Wagub Jatim, Emil Dardak, Selasa (8/9/2026)
Modifikasi Cuaca Jadi Upaya Tambahan
Pemprov Jatim tidak hanya mengandalkan pompa, sumur bor, dan jaringan pipa. Pemerintah juga beberapa kali menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya menambah pasokan air.
Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penyemaian garam pada awan yang memenuhi persyaratan. Langkah ini bertujuan mendorong pembentukan hujan agar sumber air memperoleh tambahan pasokan.
Namun, kondisi atmosfer sangat menentukan pelaksanaan OMC. Petugas membutuhkan awan yang memenuhi kriteria sebelum menjalankan penyemaian. Karena itu, pemerintah tidak dapat mengoperasikan metode tersebut setiap saat.
Menurut Emil, OMC sebelumnya berhasil memunculkan hujan di kawasan Malang Raya dan wilayah selatan Jawa Timur. Setelah itu, hujan bergerak menuju Blitar, Tulungagung, serta Trenggalek.
Hujan tersebut memberikan tambahan pasokan air di tengah musim kemarau. Meski begitu, Emil menilai volume hujan yang turun masih belum mampu memenuhi besarnya kebutuhan air di Jawa Timur.
Kekeringan Berpengaruh terhadap Sektor Pertanian
Penanganan kekeringan memiliki arti penting karena sektor pertanian ikut merasakan dampaknya. Jika lahan terus mengalami kekurangan air, petani dapat kehilangan hasil panen sekaligus menghadapi hambatan untuk memulai periode tanam selanjutnya.
Pemprov Jatim karena itu menjalankan beberapa pendekatan secara bersamaan. Pemerintah menyiapkan bantuan untuk petani, mendistribusikan pompa, mempertimbangkan pembangunan sumur bor, menggunakan jaringan pipa, serta menjalankan modifikasi cuaca ketika kondisi awan memungkinkan.
BNPB dan BMKG turut mendukung langkah menghadapi kekeringan tersebut. Pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap Jawa Timur karena provinsi ini memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Jatim berusaha menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian selama menghadapi kemarau panjang. Bantuan bibit dapat membantu petani memasuki masa tanam berikutnya, sedangkan penyediaan sumber air menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak kekeringan di daerah rawan.