Pertamina Patra Niaga – terus mempercepat pemulihan distribusi energi setelah gempa bumi melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan berupaya memastikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG masyarakat tetap terpenuhi di tengah proses penanganan dampak bencana.
Berbagai langkah dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan energi. Langkah tersebut mencakup pemulihan sarana dan fasilitas, penguatan jalur distribusi, hingga penerapan skema alih suplai. Pemulihan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga menjadi salah satu fokus utama.
Berdasarkan keterangan resmi pada Minggu (16/8/2026), enam Fuel Terminal (FT) telah beroperasi. Seluruh terminal tersebut terus mendukung suplai dan distribusi energi untuk masyarakat di wilayah terdampak.
Sementara itu, tiga FT lainnya masih mempersiapkan proses penyaluran. Operasional terminal tersebut menunggu akses jalan yang terdampak longsor kembali normal dan aman untuk di lalui.
35 SPBU di Flores Kembali Beroperasi
Pemulihan fasilitas penyaluran BBM di Flores terus menunjukkan perkembangan. Dari total 52 SPBU yang berada di wilayah tersebut, sebanyak 35 SPBU kini telah kembali melayani masyarakat.
Jumlah itu bertambah tiga SPBU di bandingkan kondisi sebelumnya. Bertambahnya fasilitas yang beroperasi di harapkan membantu memperluas akses masyarakat terhadap BBM selama masa pemulihan pascagempa.
Meski demikian, masih terdapat 17 SPBU yang menjalani proses pemulihan secara bertahap. Sejumlah faktor membuat fasilitas tersebut belum dapat kembali beroperasi secara penuh.
Sebagian mitra dan tenaga operasional masih terlibat dalam proses evakuasi serta pemulihan akibat bencana. Selain itu, beberapa lokasi menghadapi gangguan pasokan listrik dan jaringan komunikasi. Kerusakan pada sarana pendukung juga menjadi kendala dalam mengaktifkan kembali sejumlah SPBU.
Pertamina Patra Niaga memastikan setiap fasilitas harus melewati pemeriksaan sebelum kembali beroperasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan pekerja dan masyarakat yang menggunakan layanan energi.
Pertamina Siapkan Skema Alih Suplai BBM
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan bahwa distribusi energi tetap berjalan melalui sejumlah alternatif. Strategi ini di perlukan karena akses darat di beberapa wilayah masih mengalami gangguan akibat bencana.
Salah satu langkah yang di persiapkan ialah skema alih suplai dari beberapa Fuel Terminal. Dukungan pasokan berasal dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere.
Selain mengoptimalkan terminal tersebut, Pertamina Patra Niaga memanfaatkan moda transportasi laut untuk membantu distribusi. Jalur laut menjadi alternatif penting untuk menjangkau daerah yang akses daratnya masih terganggu.
Kitty menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pekerja tetap menjadi perhatian utama perusahaan. Pada saat bersamaan, perusahaan berupaya mempertahankan keandalan distribusi energi.
Karena itu, proses pemulihan tidak dilakukan secara terburu-buru. Setiap fasilitas harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan keselamatan sebelum kembali di gunakan untuk melayani masyarakat.

Pertamina Patra Niaga mengatakan, pemulihan SPBU meningkat. Dari 52 SPBU di wilayah Flores, saat ini terdapat 35 SPBU telah beroperasi atau penambahan 3 SPBU yang kembali beroperasi.
Pasokan LPG di Flores Tetap Tersedia
Selain BBM, Pertamina Patra Niaga juga memantau kondisi distribusi LPG di Flores. Sebanyak lima agen LPG di wilayah tersebut masih beroperasi dalam kondisi aman.
Secara umum, persediaan LPG juga masih tersedia pada tingkat agen maupun outlet. Kondisi tersebut membantu menjaga kebutuhan energi rumah tangga masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.
Berdasarkan pembaruan pada 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere. Pasokan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi di tengah dampak gempa.
Pemantauan distribusi akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan di wilayah yang mengalami kerusakan infrastruktur maupun hambatan akses.
Koordinasi Pemulihan Distribusi Energi Di perkuat
Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Koordinasi juga melibatkan instansi terkait, mitra lembaga penyalur, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama tersebut di harapkan dapat mempercepat pemulihan sarana energi sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM dan LPG. Terlebih, kondisi akses dan fasilitas di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan bertahap.
Masyarakat di Flores juga di minta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM maupun LPG secara berlebihan. Penggunaan energi secara bijak sesuai kebutuhan dapat membantu menjaga kestabilan persediaan selama masa pemulihan.
Selain itu, masyarakat di sarankan mengikuti perkembangan melalui kanal informasi resmi. Informasi mengenai kondisi penyaluran energi dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.
Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar mengenai pasokan BBM dan LPG yang belum terverifikasi. Informasi resmi menjadi penting untuk mencegah kepanikan sekaligus mendukung kelancaran penanganan dampak gempa di Flores.