Levi’s Keep it Loose – menjadi kampanye terbaru yang menawarkan pandangan berbeda terhadap gaya preppy modern. Jika sebelumnya preppy identik dengan pakaian formal, tampilan terstruktur, serta aturan berpakaian yang konservatif, Levi’s mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih santai dan bebas melalui koleksi Loose Prep.

Kampanye global tersebut menghadirkan dua figur dengan latar belakang berbeda, yaitu Rose BLACKPINK dari industri musik dan Shai Gilgeous-Alexander yang dikenal sebagai pemain NBA. Keduanya dipilih untuk menggambarkan bahwa fashion tidak memiliki batasan tertentu dan dapat berkembang sesuai karakter setiap orang.

Melalui koleksi Fall/Winter 2026, Levi’s menggabungkan elemen klasik preppy dengan gaya kontemporer. Koleksi ini mengutamakan potongan pakaian yang lebih longgar, perpaduan bentuk yang tidak biasa, serta cara pemakaian yang memberikan ruang bagi kreativitas pengguna.

Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan dalam dunia fashion yang kini semakin mengarah pada kebebasan berekspresi. Seseorang tidak lagi hanya mengikuti aturan berpakaian, tetapi mulai menciptakan gaya berdasarkan kepribadian dan kenyamanan masing-masing.

Rose BLACKPINK Hadirkan Sentuhan Elegan dalam Koleksi Loose Prep

Rose BLACKPINK memberikan interpretasi feminin terhadap konsep Loose Prep melalui gaya yang menggabungkan unsur sederhana dan elegan. Ia menampilkan karakter fashion yang tetap terlihat modern tanpa meninggalkan kesan klasik.

Dalam kampanye tersebut, Rose mengeksplorasi berbagai teknik styling untuk menciptakan tampilan yang lebih personal. Permainan lapisan pakaian, kombinasi bahan, serta pemilihan detail menjadi bagian penting dalam membangun keseluruhan gaya.

Beberapa koleksi Levi’s yang di kenakan Rose mencakup Loose Taper, Loose Boot, dan sejumlah atasan dari lini Loose Prep. Ia mengolah pakaian tersebut dengan cara yang lebih kreatif sehingga menghasilkan tampilan yang tidak terpaku pada konsep preppy tradisional.

Gaya tersebut memperlihatkan bagaimana pakaian dengan desain klasik dapat memiliki karakter baru ketika seseorang memberikan sentuhan pribadi. Rose membawa nuansa minimalis yang menjadi ciri khasnya sekaligus memperkuat pesan kampanye mengenai kebebasan dalam berpakaian.

Shai Gilgeous-Alexander Tampilkan Preppy dengan Nuansa Streetwear

Sementara itu, Shai Gilgeous-Alexander menghadirkan pendekatan yang berbeda melalui gaya lebih maskulin dan kasual. Pemain NBA tersebut di kenal sebagai salah satu atlet yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan fashion.

Dalam kampanye Levi’s, Shai memadukan sejumlah koleksi seperti 501® Loose, Baggy Barrel, MA-1 Bomber, dan Authentic PO Hoodie. Kombinasi tersebut menciptakan tampilan yang santai, tetapi tetap menunjukkan karakter kuat.

Pilihan gaya Shai memperlihatkan bagaimana elemen streetwear dapat berpadu dengan konsep preppy. Perpaduan tersebut mencerminkan tren fashion pria saat ini yang semakin mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan dan estetika.

Levi’s melihat perubahan gaya berpakaian sebagai bagian dari perkembangan budaya modern. Pengaruh internet dan media sosial membuat masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai eksperimen fashion.

Rose BLACKPINK dan Shai Gilgeous-Alexander dalam kampanye Levi’s Keep it Loose 2026

Rose BLACKPINK di kampanye global Levi’s “Keep it Loose.”

Kampanye yang Mengangkat Kebebasan Berkreasi

Selain memperkenalkan koleksi baru, Levi’s Keep it Loose juga membawa pesan mengenai pentingnya mempertahankan identitas pribadi melalui fashion. Kampanye ini muncul di tengah tren digital yang sering membuat banyak orang mengikuti gaya serupa.

Levi’s ingin menunjukkan bahwa pakaian bukan hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga menjadi media untuk menunjukkan karakter seseorang. Melalui Loose Prep, pengguna dapat mengadaptasi elemen klasik sesuai dengan gaya dan kebutuhan mereka.

Kampanye ini juga melanjutkan hubungan kreatif Levi’s bersama Rose BLACKPINK. Sebelumnya, keduanya pernah bekerja sama dalam proyek Behind Every Original yang mengangkat perjalanan kreatif Rose sebagai musisi internasional.

Rose juga pernah menggunakan rancangan Levi’s dalam beberapa kesempatan, termasuk saat rangkaian konser BLACKPINK di Tokyo. Kolaborasi tersebut memperlihatkan hubungan antara fashion, musik, dan budaya populer.

Konsep Visual Kampanye Keep it Loose

Levi’s menghadirkan kampanye Keep it Loose melalui berbagai media, termasuk video pendek, materi visual fotografi, serta aktivasi khusus di toko utama Levi’s di berbagai negara.

Dalam materi kampanye, Rose dan Shai tampil melalui video dengan durasi berbeda yang menampilkan cara masing-masing dalam mengenakan koleksi Loose Prep. Visual tersebut menggambarkan karakter unik keduanya dalam menerjemahkan gaya preppy.

Proses kreatif kampanye melibatkan Mel Bles sebagai fotografer sekaligus sutradara. Sementara itu, João de Botelho bertanggung jawab terhadap sinematografi dan Spencer Vrooman menangani desain set.

Levi’s juga menggunakan lagu “You Gots to Chill” dari EPMD sebagai bagian dari identitas kampanye. Pemilihan musik tersebut menghadirkan atmosfer hip-hop klasik yang mendukung konsep kebebasan dan ekspresi diri.

Kampanye Keep it Loose mulai di perkenalkan secara global pada 3 Agustus 2026 melalui berbagai kanal digital, situs resmi Levi’s, serta jaringan toko di sejumlah negara.

Melalui koleksi Loose Prep dan kolaborasi bersama Rose BLACKPINK serta Shai Gilgeous-Alexander, Levi’s ingin menunjukkan bahwa gaya modern tidak harus mengikuti pola lama. Fashion dapat menjadi ruang untuk bereksperimen dan membangun identitas yang lebih personal.