Festival Kota Lama Semarang 2026 – Kawasan bersejarah Kota Lama kembali menjadi salah satu pusat kegiatan budaya di Semarang sepanjang September 2026. Beragam pertunjukan, aktivitas komunitas, wisata sejarah, hingga kegiatan edukasi hadir melalui Festival Kota Lama Semarang yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-15.
Festival tersebut mulai berlangsung pada 4 September dan akan berakhir pada 20 September 2026. Dengan rentang waktu hampir 17 hari, masyarakat mempunyai kesempatan lebih panjang untuk menikmati berbagai program yang tersebar dalam rangkaian acara.
Penyelenggara memilih “Unity in Diversity” sebagai tema utama tahun ini. Gagasan tersebut membawa pesan tentang kehidupan masyarakat Semarang yang berkembang di tengah keberagaman tradisi, sejarah, seni, serta latar belakang komunitas.
Pembukaan acara berlangsung pada Jumat malam, 4 September 2026. Fasad Gedung Yayasan Kanisius menjadi lokasi utama untuk mengawali rangkaian kegiatan tersebut.
Festival Kota Lama Semarang juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Kehadiran festival dalam kalender tersebut memperluas fungsinya, bukan hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai sarana mengenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Semarang.
Perayaan Keberagaman di Kawasan Bersejarah
Kota Lama memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Semarang. Keberadaan bangunan lama serta berbagai jejak kebudayaan membuat kawasan ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan lainnya.
Karakter tersebut kemudian menjadi salah satu landasan penyelenggaraan festival. Melalui berbagai program, panitia berusaha menghubungkan peninggalan masa lalu dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena yang hadir dalam pembukaan menilai perkembangan Festival Kota Lama menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun. Ia mendorong penyelenggara agar semakin memperbesar kesempatan bagi kesenian lokal dan peninggalan budaya khas Semarang untuk tampil dalam kegiatan mendatang.
Samuel juga melihat tema keberagaman tahun ini sesuai dengan karakter Semarang. Berbagai kelompok masyarakat telah ikut membentuk perjalanan kota tersebut sehingga akulturasi menjadi salah satu bagian penting dari identitasnya.
Kondisi itu terlihat jelas di Kota Lama. Kawasan bersejarah tersebut memperlihatkan bagaimana peninggalan masa lalu tetap bertahan ketika perkembangan kehidupan modern terus berlangsung.
Festival Berlangsung Lebih Lama pada 2026
Ada perbedaan dari sisi durasi pada penyelenggaraan tahun ini. Panitia memperpanjang rangkaian Festival Kota Lama hingga hampir 17 hari.
Periode yang lebih panjang berkaitan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Kota Semarang. Integrasi agenda tersebut membuat rangkaian kegiatan berlangsung dari 4 sampai 20 September 2026.
Durasi yang panjang sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan. Pengunjung dapat menikmati program hiburan, kebudayaan, edukasi, olahraga komunitas, hingga kegiatan yang mengangkat sejarah kawasan.
Festival ini juga berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan. Semakin panjang periode kegiatan, semakin besar pula kesempatan bagi pengunjung dari luar daerah untuk datang dan menjelajahi Kota Lama.
Dari Pasar Malam hingga Pertunjukan Wayang Orang
Panitia menghadirkan program dengan konsep yang cukup beragam. Salah satunya adalah Pasar Malam Sentiling yang menjadi bagian dari kemeriahan festival.
Program lain mencakup Orkes on the Street and Dance dan Rijsttafel Dinner. Pengunjung yang tertarik menjelajahi warisan kawasan juga dapat mengikuti Gowes Semarang Heritage.
Selain itu, terdapat Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, dan Zwemers Belanda. Masing-masing kegiatan menawarkan pendekatan berbeda dalam menghidupkan suasana kawasan bersejarah.
Unsur seni tradisional memperoleh tempat melalui Wayang Orang on the Street. Sementara itu, Festival Folklore Kota Lama menghadirkan ruang untuk memperkenalkan kekayaan folklor kepada masyarakat.
Seribu Angklung Berkebaya turut masuk dalam agenda unggulan. Pertunjukan tersebut menggabungkan unsur musik tradisional dan busana sebagai bagian dari perayaan kekayaan budaya.
Dengan banyaknya pilihan program, Festival Kota Lama tidak bergantung pada satu jenis pertunjukan. Pengunjung dapat menentukan kegiatan sesuai minat sekaligus mendapatkan pengalaman berbeda ketika mengunjungi kawasan tersebut.

Festival Kota Lama Semarang 2026 resmi dibuka pada 4 September. Mengusung tema Unity in Diversity, festival berlangsung hingga 20 September dengan agenda seni, budaya, sejarah, wisata dan ekonomi kreatif.
Generasi Muda Diajak Mengenal Tradisi
Penyelenggara turut membawa unsur edukasi ke dalam festival. Langkah ini penting agar kegiatan budaya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal proses di balik sebuah tradisi.
Salah satu kegiatan yang membawa konsep tersebut adalah pelatihan merangkai janur. Peserta mendapat kesempatan mempelajari teknik pembuatan kerajinan tradisional sekaligus memahami nilai budaya yang menyertainya.
Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlanjutan tradisi. Pengetahuan budaya dapat terus berkembang ketika masyarakat tidak sekadar menyaksikannya, melainkan juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Karena itu, festival memberikan ruang bagi komunitas dan masyarakat untuk mengambil peran. Pendekatan tersebut membuat kegiatan kebudayaan tidak hanya berpusat pada panggung pertunjukan.
Ketua Panitia Festival Kota Lama Semarang Agus Suryono menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat serta komunitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan. Partisipasi tersebut dapat membantu menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Semarang kepada khalayak lebih luas.
Ekonomi Kreatif Ikut Mendapat Ruang
Selain membawa misi kebudayaan, Festival Kota Lama Semarang juga berhubungan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kedatangan pengunjung selama festival dapat meningkatkan aktivitas di kawasan Kota Lama. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi berbagai pelaku usaha dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan produk maupun karya mereka.
Di sisi lain, kegiatan budaya dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Pengunjung tidak hanya melihat arsitektur dan bangunan lama, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui pertunjukan serta aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.
Masuknya Festival Kota Lama ke dalam Kharisma Event Nusantara semakin memperkuat peluang promosi tersebut. Festival di harapkan mampu menjangkau pengunjung yang lebih luas sekaligus mendukung perkembangan sektor wisata Semarang.
Festival Folklore dan Seribu Angklung Jadi Agenda Unggulan
Kemeriahan festival masih akan berlanjut menjelang penutupan. Panitia telah menyiapkan sejumlah kegiatan utama pada pertengahan September.
Festival Folklore Kota Lama akan berlangsung pada 18 hingga 19 September 2026. Selanjutnya, Seribu Angklung Berkebaya di jadwalkan berlangsung pada 19 September.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya menampilkan keberagaman ekspresi budaya yang berkembang di Semarang. Kehadirannya sekaligus memperkuat tema persatuan dalam keberagaman yang menjadi semangat festival tahun ini.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memandang Semarang sebagai kota yang memiliki kekayaan dari sisi sejarah, seni, budaya, dan komunitas. Menurutnya, keberagaman tersebut perlu terus mendapatkan ruang agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bertemu dalam suasana kebersamaan.
Festival Kota Lama menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pertemuan antara masyarakat, komunitas, pelaku seni, dan wisatawan membuat kawasan bersejarah itu semakin hidup.
Rangkaian Festival Kota Lama Semarang 2026 akan berakhir pada 20 September. Penyelenggaraan tahun ke-15 ini diharapkan tidak sekadar menambah daftar kegiatan tahunan kota.
Melalui perpaduan antara sejarah, kesenian, tradisi, pariwisata, komunitas, dan ekonomi kreatif, Festival Kota Lama berpeluang memperkuat identitas kawasan tersebut sebagai ruang budaya. Pada saat yang sama, festival dapat membantu menjaga warisan Semarang sekaligus memperluas daya tarik Kota Lama sebagai destinasi wisata sejarah.