Tradisi Mulud Adat Bayan – yang berlangsung di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menjadi daya tarik budaya bagi masyarakat dan wisatawan. Ramainya pengunjung yang datang selama rangkaian kegiatan tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi pedagang serta pelaku usaha di sekitar kawasan Masjid Kuno Bayan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, jumlah wisatawan yang menyaksikan tradisi tersebut mengalami peningkatan. Kondisi ini memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan maupun jasa pariwisata.
Salah satu sektor yang merasakan dampak positif tersebut adalah penjualan kain tenun tradisional. Para pedagang mendapatkan lebih banyak pembeli di bandingkan dengan kondisi pada hari biasa.
Penjualan Kain Tenun Meningkat Selama Mulud Adat Bayan
Sarbiniwati, pedagang kain tenun yang berjualan di sekitar Masjid Kuno Bayan, mengaku merasakan peningkatan penjualan selama berlangsungnya kegiatan budaya tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan acara adat mampu mendatangkan banyak pengunjung sehingga memberikan peluang lebih besar bagi pedagang.
Kain tenun yang di tawarkan tidak hanya menarik perhatian wisatawan domestik. Sejumlah wisatawan mancanegara juga tertarik membeli produk kerajinan tradisional tersebut sebagai bagian dari pengalaman mereka berkunjung ke Bayan.
Berbagai jenis kain tersedia untuk pengunjung, mulai dari songket, londong abang, jong, hingga perlengkapan dan pakaian adat lainnya. Selain kain berukuran besar, produk berbentuk syal dan sapuk juga menjadi pilihan wisatawan.
Pada hari biasa, Sarbiniwati terkadang hanya mampu menjual satu hingga dua helai kain. Namun, ketika Mulud Adat Bayan berlangsung, jumlah penjualan meningkat cukup signifikan. Dalam sehari, kain tenun berukuran besar yang terjual bahkan dapat mencapai tujuh helai.
Selain itu, permintaan terhadap syal dan sapuk turut bertambah selama acara berlangsung. Tingginya jumlah pengunjung membuat produk-produk tersebut semakin banyak di lirik.
Penyewaan Kain untuk Pengunjung Ikut Ramai
Dampak ekonomi dari Mulud Adat Bayan tidak berhenti pada penjualan kain tenun. Usaha penyewaan kain bagi pengunjung juga mengalami peningkatan permintaan.
Layanan tersebut terutama di manfaatkan oleh wisatawan asing maupun pengunjung lokal yang datang tanpa membawa kain sendiri. Penggunaan kain menjadi salah satu ketentuan bagi siapa saja yang hendak memasuki kawasan Masjid Kuno Bayan.
Pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menyediakan layanan penyewaan kain dengan tarif Rp20 ribu. Sementara itu, pengunjung tidak perlu membeli tiket untuk memasuki Masjid Kuno Bayan.
Kepala Desa Bayan, Satradi, menjelaskan bahwa setiap orang yang hendak masuk ke masjid kuno harus mengenakan kain. Oleh sebab itu, layanan penyewaan yang di kelola BUMDes menjadi pilihan bagi pengunjung yang belum membawa perlengkapan tersebut.
Ramainya wisatawan selama tradisi berlangsung kemudian ikut meningkatkan aktivitas penyewaan kain. Dengan demikian, kegiatan budaya tahunan ini turut membuka peluang pendapatan bagi usaha yang di kelola masyarakat desa.

Foto: Stand penjualan kain tenun pada tradisi Mulud Adat Bayan, Lombok Utara, NTB ketika didatangi oleh pembeli, Sabtu (29/8/2026)
Mulud Adat Bayan 2026 Disebut Lebih Ramai
Menurut Satradi, penyelenggaraan Mulud Adat Bayan pada 2026 menjadi salah satu yang paling ramai di bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan kunjungan tersebut turut memberikan manfaat kepada pelaku UMKM dan penyedia jasa wisata di kawasan Bayan.
Salah satu faktor yang mendorong meningkatnya perhatian terhadap acara ini adalah masuknya Mulud Adat Bayan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Status tersebut membuat penyelenggaraan tradisi tidak hanya mendapat perhatian di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.
Besarnya jumlah pengunjung menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara. Pedagang kain, penyedia jasa penyewaan, pelaku UMKM, hingga sektor yang berkaitan dengan aktivitas wisata berpeluang memperoleh tambahan pendapatan.
Masjid Kuno Bayan Dipadati Wisatawan
Kawasan Masjid Kuno Bayan menjadi salah satu titik yang di padati pengunjung selama rangkaian Mulud Adat Bayan. Masyarakat dari berbagai daerah terlihat datang bersama wisatawan asing untuk menyaksikan langsung prosesi budaya tersebut.
Para pengunjung menunjukkan antusiasme terhadap berbagai rangkaian tradisi yang berlangsung. Kehadiran wisatawan sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi masyarakat Bayan memiliki daya tarik yang mampu menjangkau khalayak lebih luas.
Di sisi lain, meningkatnya kunjungan juga menunjukkan keterkaitan antara pelestarian budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat. Tradisi yang terus di pertahankan tidak hanya menjadi sarana menjaga warisan leluhur, tetapi juga dapat mendukung perkembangan sektor pariwisata dan UMKM.
Mulud Adat Bayan 2026 pun memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Di tengah ramainya wisatawan yang ingin mengenal tradisi Bayan, para pedagang kain tenun dan pelaku usaha lokal mendapatkan peluang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada pengunjung dari dalam maupun luar negeri.