Startup Chip AI – Tiga pengusaha muda berusia 24 tahun berhasil membawa Etched menjadi salah satu startup semikonduktor yang menarik perhatian industri kecerdasan buatan (AI). Gavin Uberti, Robert Wachen, dan Chris Zhu membangun perusahaan tersebut dari tahap awal hingga mencapai valuasi 21 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun.

Pencapaian itu terbilang signifikan mengingat Etched baru berdiri pada 2022. Dalam kurun sekitar empat tahun, perusahaan yang bermarkas di San Jose, California, tersebut berkembang dari startup yang sempat di ragukan investor menjadi perusahaan dengan ratusan karyawan dan pesanan bernilai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Etched kini mengarahkan pengembangan teknologinya pada perangkat keras AI, khususnya untuk kebutuhan inferensi. Strategi tersebut sekaligus membawa perusahaan masuk ke pasar yang selama ini di dominasi Nvidia.

Tiga Pendiri Etched Berawal dari Harvard

Perjalanan Etched memiliki kaitan erat dengan Universitas Harvard. Gavin Uberti dan Chris Zhu bertemu ketika mengikuti Math 55, kelas matematika teoretis tingkat sarjana yang terkenal memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Sementara itu, Robert Wachen mengenal Uberti karena keduanya tinggal di lantai yang sama. Sebelum membangun Etched, Wachen pernah menjalankan bisnis teknologi pendidikan. Ia kemudian mengelola Prod, akselerator startup nirlaba yang dijalankan mahasiswa di Cambridge, Massachusetts.

Program tersebut ikut melahirkan sejumlah perusahaan rintisan, termasuk Mercor yang bergerak dalam bidang perekrutan berbasis kecerdasan buatan.

Pada akhirnya, Wachen bergabung dengan Uberti dan Zhu untuk membangun Etched pada 2022. Ketiganya bahkan mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Harvard dan mencurahkan perhatian penuh untuk mengembangkan perusahaan.

Langkah itu menghadirkan tantangan sejak awal. Usia yang masih muda serta minimnya pengalaman langsung di industri semikonduktor membuat sejumlah investor meragukan kemampuan mereka.

Sonya Huang dari Sequoia Capital menggambarkan bagaimana investor teknologi ketika itu cenderung berhati-hati terhadap startup chip yang di pimpin pendiri muda. Industri semikonduktor memiliki tingkat kesulitan berbeda di bandingkan bisnis internet karena membutuhkan modal, keahlian teknis, infrastruktur, serta proses pengembangan yang kompleks.

Memulai Perusahaan dengan Infrastruktur Terbatas

Kondisi Etched pada masa awal jauh berbeda di bandingkan sekarang. Wachen pernah menceritakan bahwa dirinya tiba di San Francisco Bay Area setelah memberi tahu keluarganya mengenai keputusan keluar dari Harvard.

Pada saat itu, ia belum mempunyai tempat tinggal maupun kantor tetap. Wachen bahkan sempat menumpang di rumah temannya dan menggunakan handuk sebagai pengganti selimut.

Keterbatasan juga terlihat dari infrastruktur teknologi yang di gunakan perusahaan. Para pendiri pernah menempatkan server untuk kebutuhan perancangan chip di garasi milik salah satu karyawan pertama Etched.

Situasi tersebut terkadang menciptakan masalah sederhana tetapi merepotkan. Apabila server perlu di mulai ulang, karyawan terkait harus menghubungi istrinya agar perangkat tersebut dapat di-reboot secara manual.

Pengalaman itu menunjukkan besarnya tantangan yang harus mereka hadapi untuk memasuki bisnis semikonduktor. Wachen mengakui bahwa timnya pada awal perjalanan belum sepenuhnya memahami seberapa sulit membangun perusahaan chip hingga mencapai skala besar.

Etched Fokus Mengembangkan Chip untuk Inferensi AI

Etched berdiri pada tahun yang sama ketika OpenAI memperkenalkan ChatGPT. Pertumbuhan AI generatif setelah itu mendorong kebutuhan komputasi dalam jumlah besar, baik untuk melatih model maupun menjalankannya setelah proses pelatihan selesai.

Nvidia kemudian menjadi pemain dominan karena GPU perusahaan banyak di gunakan untuk menopang infrastruktur AI.

Etched mencoba mengambil pendekatan berbeda. Alih-alih mengembangkan perangkat keras untuk berbagai jenis pekerjaan komputasi AI, perusahaan memusatkan strateginya pada inferensi.

Dalam sistem AI, proses pelatihan memungkinkan model mempelajari pola dari sejumlah besar data. Sementara itu, inferensi berlangsung ketika model yang sudah terlatih menerima masukan pengguna dan menghasilkan respons.

Semakin banyak masyarakat menggunakan layanan berbasis AI, semakin besar pula kebutuhan komputasi untuk menjalankan proses inferensi. Oleh sebab itu, efisiensi energi, kecepatan pemrosesan, dan biaya operasional menjadi faktor penting.

Etched berusaha menjawab kebutuhan tersebut melalui prosesor khusus yang di rancang untuk mempercepat pekerjaan inferensi sekaligus menekan konsumsi daya.

Pendiri Etched mengembangkan chip AI untuk menantang dominasi Nvidia

Ilustrasi Harvard University.

Etched Klaim Mampu Mempercepat Pemrosesan AI

Perusahaan juga mengembangkan sistem komunikasi antarchip agar perpindahan informasi berlangsung lebih cepat. Setelah memperoleh chip pengujian dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), tim Etched mengaku hanya memerlukan sekitar 44 hari sampai perangkat tersebut mampu menjalankan beban kerja AI.

Menurut perusahaan, proses serupa dalam pengembangan perangkat keras semikonduktor dapat membutuhkan waktu enam bulan atau bahkan lebih lama.

Etched turut membandingkan performa perangkat kerasnya dengan prosesor Blackwell milik Nvidia. Perusahaan mengeklaim operasi komunikasi tertentu yang memerlukan sekitar 4.000 nanodetik pada prosesor tersebut dapat berlangsung sekitar 700 nanodetik menggunakan perangkat keras Etched.

Selain itu, startup tersebut mengklaim beberapa jenis beban kerja AI dapat berjalan lebih dari 10 kali lebih cepat di bandingkan GPU Nvidia.

Namun, hasil tersebut masih berasal dari klaim perusahaan. Pengujian benchmark independen secara luas masih diperlukan untuk mengetahui performanya dalam berbagai kondisi penggunaan nyata.

Pendanaan Etched Meningkat Pesat

Kepercayaan investor mulai meningkat secara signifikan menjelang akhir 2025. Pada Desember tahun tersebut, Etched memperoleh pendanaan sekitar 500 juta dollar AS dan mencapai valuasi 5 miliar dollar AS.

Perkembangan berlanjut pada Juni 2026. Etched mengumumkan keberhasilan memproduksi chip pertamanya sekaligus menyebut telah memperoleh pesanan dengan nilai lebih dari 1 miliar dollar AS.

Sebulan kemudian, Sequoia Capital memimpin pendanaan Seri C sebesar 300 juta dollar AS. Putaran tersebut meningkatkan valuasi perusahaan menjadi sekitar 10,3 miliar dollar AS.

Jane Street kemudian menjadi salah satu pihak penting dalam pertumbuhan Etched. Perusahaan perdagangan kuantitatif tersebut menguji teknologi Etched sebelum menjadi pelanggan pertamanya dan menerima rak server awal.

Pada Agustus 2026, Jane Street memimpin putaran pendanaan baru senilai 700 juta dollar AS. Investasi tersebut mendorong valuasi Etched menjadi 21 miliar dollar AS atau sekitar Rp370 triliun, lebih dari dua kali lipat di bandingkan valuasinya kurang dari satu bulan sebelumnya.

Jumlah Karyawan Etched Tembus 400 Orang

Pertumbuhan pendanaan berjalan beriringan dengan ekspansi operasional. Saat ini, Etched memiliki lebih dari 400 karyawan.

Perusahaan menjalankan pusat data berkapasitas dua megawatt di kantornya di San Jose. Selain itu, Etched telah membuka fasilitas sekitar 80.000 kaki persegi di Milpitas dengan kapasitas mencapai 10 megawatt.

Tim Etched juga mulai di penuhi tenaga berpengalaman dari berbagai perusahaan besar di industri semikonduktor dan teknologi.

Sekitar 15 persen tenaga kerja Etched tercatat pernah bekerja di Nvidia. Perusahaan turut merekrut orang-orang yang memiliki pengalaman dalam pengembangan TPU Google serta bekerja di perusahaan seperti Broadcom, SK Hynix, dan TSMC.

Masuknya para tenaga berpengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Etched ketika perusahaan mulai meningkatkan produksi dan penggunaan komersial teknologinya.

Tantangan Etched untuk Menyaingi Dominasi Nvidia

Walaupun pertumbuhannya sangat cepat, posisi Etched masih terpaut jauh dari Nvidia. Perusahaan yang di pimpin Jensen Huang tersebut menguasai sebagian besar pasar chip AI dan memiliki keunggulan besar dari sisi skala bisnis maupun ekosistem teknologi.

Salah satu kekuatan utama Nvidia terletak pada CUDA, ekosistem perangkat lunak yang sudah di gunakan secara luas oleh pengembang. Selain itu, perangkat keras Nvidia menawarkan fleksibilitas karena dapat menangani berbagai kebutuhan komputasi AI, termasuk pelatihan dan inferensi.

Etched mengambil strategi yang lebih terfokus dengan mengoptimalkan perangkat keras terutama untuk inferensi. Pendekatan khusus itu berpotensi memberikan keunggulan dalam efisiensi dan kecepatan pada jenis pekerjaan tertentu. Namun, perusahaan masih harus membuktikan kemampuan teknologi tersebut dalam penggunaan komersial berskala besar.

Michael Ashley Schulman dari Cerity Partners menilai teknologi Etched serta ketertarikan pelanggan terhadap perusahaan patut di perhatikan. Meski begitu, sejarah industri semikonduktor menunjukkan bahwa teknologi chip yang unggul belum tentu otomatis menghasilkan bisnis besar.

Karena itu, tantangan Etched tidak berhenti pada penciptaan prosesor berperforma tinggi. Perusahaan juga harus meningkatkan produksi, membangun ekosistem pendukung, mempertahankan pelanggan, serta membuktikan bahwa perangkat kerasnya mampu bersaing secara konsisten.

Bagi ketiga pendirinya, kondisi Etched saat ini sudah berbeda drastis di bandingkan ketika mereka memulai perusahaan dengan fasilitas terbatas. Tim tersebut kini mengembangkan dan menguji teknologi bersama sejumlah perusahaan AI besar.

Perjalanan dari lingkungan kampus Harvard hingga mencapai valuasi sekitar Rp370 triliun menunjukkan perkembangan pesat Etched dalam waktu relatif singkat. Namun, persaingan sesungguhnya baru di mulai. Keberhasilan perusahaan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan membawa teknologi inferensi AI dari tahap pengujian menuju penggunaan luas sekaligus menghadapi dominasi Nvidia di industri chip AI.