Dedi Mulyadi Beri Bantuan Pendidikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua akibat peristiwa tragis di Bali dan Purwakarta. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar masa depan pendidikan anak-anak korban tetap terjamin meski keluarga mereka sedang menghadapi duka mendalam. Bantuan di berikan melalui deposito yang khusus dipersiapkan sebagai biaya pendidikan sehingga manfaatnya dapat digunakan dalam jangka panjang.
Komitmen tersebut menunjukkan perhatian terhadap keluarga korban sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan. Selain memberikan bantuan finansial, Dedi Mulyadi juga mendorong penyelesaian kasus-kasus yang menimpa para korban agar aparat penegak hukum dapat mengungkap penyebab kematian secara tuntas.
Bantuan Pendidikan untuk Anak Korban Pengeroyokan di Bali
Dedi Mulyadi lebih dahulu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pengeroyokan di Kabupaten Tabanan, Bali. Ia menghubungi keluarga melalui sambungan telepon untuk menyampaikan rasa duka dan memberikan dukungan moral kepada istri serta anak korban.
Korban di duga meninggal dunia setelah mengalami pengeroyokan oleh sekelompok warga yang menuduhnya mencuri ayam. Berdasarkan penjelasan keluarga, korban sehari-hari bekerja sebagai perajin anyaman untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Saat korban tidak kunjung pulang, keluarga berusaha mencari keberadaannya hingga akhirnya mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Tabanan setelah polisi mengantarkannya ke sana.
Dalam percakapan tersebut, Dedi mengaku sangat tersentuh ketika mendengar tangisan anak korban yang masih berusia empat tahun. Momen itu mengingatkannya kepada anak-anaknya sendiri sehingga ia merasa perlu memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang di tinggalkan.
Sebagai bentuk kepedulian, Dedi menyerahkan bantuan pendidikan berupa deposito senilai Rp50 juta melalui Bank BJB Bali atas nama anak korban. Ia sengaja memilih skema deposito agar dana tersebut tetap tersimpan dengan aman hingga waktunya di gunakan untuk kebutuhan pendidikan.
Menurutnya, pemberian uang secara tunai berisiko habis sebelum di manfaatkan untuk sekolah. Oleh sebab itu, deposito menjadi solusi yang lebih tepat agar dana benar-benar menjadi bekal pendidikan anak di masa mendatang.
Selain bantuan deposito, Dedi memastikan anak korban yang saat ini menempuh pendidikan di tingkat SMK tetap dapat melanjutkan sekolah melalui program Sekolah Rakyat. Program tersebut di harapkan mampu membantu keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat kehilangan tulang punggung keluarga.
Santunan untuk Anak Petugas Keamanan Waduk Jatiluhur
Pada kesempatan berbeda, Dedi Mulyadi mengunjungi keluarga petugas keamanan Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta yang meninggal dunia ketika menjalankan tugas. Korban di temukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol dan meninggalkan seorang istri beserta dua anak.
Salah satu anak korban saat ini masih duduk di bangku kelas XII SMA sehingga membutuhkan dukungan agar dapat menyelesaikan pendidikan tanpa kendala biaya. Melihat kondisi tersebut, Dedi menyerahkan bantuan berupa deposito senilai Rp25 juta melalui Baznas Jawa Barat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi cadangan biaya pendidikan sehingga anak korban tetap memiliki kesempatan melanjutkan sekolah hingga jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting yang harus tetap berjalan meskipun keluarga sedang mengalami musibah.
Dedi juga menyampaikan bahwa perhatian terhadap keluarga korban tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan finansial semata. Pemerintah dan seluruh pihak terkait perlu memastikan keluarga mendapatkan pendampingan agar mampu bangkit setelah kehilangan anggota keluarga yang menjadi pencari nafkah.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dorong Pengungkapan Kasus Secara Menyeluruh
Selain menyerahkan bantuan pendidikan, Dedi Mulyadi meminta aparat kepolisian segera mengungkap penyebab kematian petugas keamanan Waduk Jatiluhur. Ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian hukum agar keluarga korban memperoleh keadilan.
Menurutnya, kawasan Waduk Jatiluhur merupakan objek vital nasional yang memiliki fungsi strategis bagi keamanan negara sekaligus mendukung produksi listrik. Karena itu, sistem pengamanan di kawasan tersebut harus memenuhi standar keamanan yang memadai.
Dedi mempertanyakan minimnya fasilitas keamanan di lokasi, termasuk belum optimalnya pemasangan kamera pengawas atau CCTV serta kurangnya penerangan di beberapa titik. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko tindak kejahatan terhadap petugas maupun masyarakat yang berada di kawasan waduk.
Selain itu, ia juga menyoroti jumlah personel keamanan yang di nilai belum mencukupi. Menurutnya, keberadaan satu petugas untuk menjaga kawasan strategis tentu tidak ideal karena keselamatan petugas sendiri belum dapat terjamin.
Minta Penguatan Sistem Keamanan di Kawasan Vital
Sebagai tindak lanjut, Dedi menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat agar proses penyelidikan berjalan lebih cepat dan menghasilkan kejelasan mengenai kasus tersebut. Ia berharap aparat dapat mengusut peristiwa itu secara profesional sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap.
Di sisi lain, Dedi meminta Perum Jasa Tirta (PJT) segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan Waduk Jatiluhur. Ia mendorong pengelola memasang CCTV di titik-titik strategis, meningkatkan kualitas penerangan, serta menambah jumlah personel keamanan agar pengawasan berlangsung lebih efektif.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting mengingat Waduk Jatiluhur memiliki peran besar dalam mendukung kebutuhan energi dan infrastruktur nasional. Penguatan sistem keamanan bukan hanya melindungi aset negara, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh petugas yang menjalankan tugas setiap hari.
Komitmen Melindungi Masa Depan Anak Korban
Pemberian bantuan pendidikan kepada anak-anak korban di Bali dan Purwakarta menunjukkan komitmen Dedi Mulyadi untuk melindungi masa depan generasi yang kehilangan orang tua akibat peristiwa tragis. Melalui bantuan deposito dan akses pendidikan, ia berharap anak-anak tersebut tetap memiliki kesempatan meraih cita-cita meskipun menghadapi situasi yang berat.
Di saat yang sama, dorongan agar aparat mengusut kasus secara tuntas dan memperkuat sistem keamanan di kawasan strategis memperlihatkan bahwa perhatian terhadap korban harus berjalan seiring dengan upaya mencegah peristiwa serupa terjadi di kemudian hari. Dengan demikian, bantuan kemanusiaan dan peningkatan keamanan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.