Karhutla Way Kambas – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Hingga Senin (24/8/2026), kebakaran masih berdampak pada lebih dari 100 hektare kawasan konservasi tersebut.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan perkembangan itu ketika mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di wilayah Sumatra. Rapat bersama Presiden Prabowo Subianto tersebut berlangsung secara virtual.
Dalam pemaparannya, Rahmat Mirzani Djausal atau Mirza mengatakan area yang masih mengalami kebakaran mencapai sekitar 107 hektare. Pemerintah daerah bersama petugas terkait terus berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar ke wilayah lain.
Karhutla di kawasan TNWK pertama kali terpantau pada Jumat (21/8/2026). Vegetasi berupa alang-alang mendominasi sebagian besar area yang terbakar. Kondisi kering membuat tanaman tersebut mudah tersulut sehingga api dapat menyebar dengan cepat.
Secara keseluruhan, TNWK memiliki kawasan seluas sekitar 120 ribu hektare. Dari jumlah tersebut, kurang lebih 20 ribu hektare merupakan wilayah yang banyak di tumbuhi alang-alang. Kondisi vegetasi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pengendalian kebakaran.
Titik Api Kembali Ditemukan Setelah Pemadaman
Petugas sempat berhasil memadamkan titik api pertama pada Sabtu malam. Namun, proses penanganan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari kanal maupun sumber air.
Situasi kembali berubah pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Tim di lapangan menemukan kemunculan titik api baru dengan jarak sekitar dua kilometer dari lokasi kebakaran sebelumnya.
Mirza mengatakan petugas masih menangani satu titik api. Tim juga berusaha memastikan kebakaran tidak kembali muncul setelah proses pemadaman selesai. Sebab, sisa bara yang berada di bawah alang-alang berpotensi memicu api kembali.
Karakteristik lahan tersebut membuat petugas perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat menyebabkan kebakaran berulang.
Kelompok Gajah di Way Kambas Terus Dipantau
Selain melakukan pemadaman, pemerintah dan pengelola TNWK meningkatkan pemantauan terhadap satwa liar. Perhatian khusus di berikan kepada kelompok gajah yang hidup di kawasan konservasi tersebut.
Saat ini, petugas memantau 11 kelompok gajah. Berdasarkan pemantauan sementara, kelompok gajah terdekat berada sekitar 27 kilometer dari lokasi hotspot.
Sementara itu, gajah jinak atau gajah yang telah menjalani pelatihan berada pada jarak kurang lebih delapan kilometer dari area kebakaran. Jarak tersebut membuat gajah untuk sementara di nilai masih aman dan belum terkena dampak langsung karhutla.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif. Langkah tersebut penting karena perkembangan kebakaran dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, vegetasi, dan arah penyebaran api.

Kebakaran masih melanda TNWK di Lampung Timur, Lampung
Posko Bersama Dibentuk untuk Mencegah Api Meluas
Pemerintah juga membangun posko bersama di kawasan TNWK sebagai bagian dari upaya penanggulangan karhutla. Posko tersebut menjadi titik koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam proses pemadaman dan pengawasan.
Upaya pencegahan menjadi perhatian karena kawasan TNWK berbatasan dengan sekitar 23 desa. Karena itu, pengendalian api di perlukan bukan hanya untuk melindungi kawasan hutan dan satwa, tetapi juga mengurangi potensi ancaman terhadap permukiman warga di sekitar taman nasional.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama sejumlah pihak melakukan penanganan secara terpadu. Selain memadamkan kebakaran yang masih terjadi, tim berupaya mencegah munculnya hotspot baru di kawasan tersebut.
Pengawasan lapangan juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Petugas harus memastikan titik yang sebelumnya telah di padamkan tidak kembali terbakar, terutama pada kawasan dengan vegetasi alang-alang yang kering.
Lampung Ajukan Dukungan Water Bombing
Pemprov Lampung turut meminta tambahan sarana untuk mempercepat proses pemadaman. Salah satu dukungan yang di butuhkan adalah operasi water bombing menggunakan helikopter.
Pemadaman melalui udara di harapkan dapat membantu menjangkau lokasi yang sulit di akses petugas darat. Terlebih, beberapa area kebakaran memiliki jarak cukup jauh dari sumber air.
Selain dukungan helikopter, petugas di lapangan membutuhkan tambahan selang berdiameter sekitar 1,5 inci. Total panjang selang yang di perlukan mencapai kurang lebih tiga kilometer. Peralatan tersebut akan membantu menyalurkan air menuju area kebakaran selama operasi pemadaman dari darat.
Pemerintah pusat selanjutnya berencana mengirim dua helikopter untuk mendukung penanganan karhutla di TNWK. Dua armada tersebut di jadwalkan datang masing-masing dari Palembang dan Jawa Timur.
Presiden Prabowo Minta Kebakaran Segera Dituntaskan
Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait memastikan kebakaran di kawasan TNWK dapat di tangani sampai benar-benar padam.
Selain mengatasi kebakaran yang sedang berlangsung, Presiden menyoroti pentingnya upaya pencegahan. Langkah tersebut di perlukan agar titik api tidak kembali muncul setelah petugas menyelesaikan proses pemadaman.
Penanganan karhutla di Taman Nasional Way Kambas kini melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta petugas di lapangan. Pemadaman, pengawasan titik api, dan pemantauan satwa terus dilakukan untuk membatasi dampak kebakaran terhadap kawasan konservasi maupun wilayah permukiman di sekitarnya.