Wisata Banyuwangi terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang menawarkan pengalaman perjalanan berbeda bagi wisatawan. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta inovasi masyarakat menjadi faktor utama yang membuat kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini semakin di kenal luas.

Popularitas Banyuwangi tidak hanya muncul karena panorama alamnya, tetapi juga karena kemampuan daerah tersebut dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya. Berbagai program kreatif membuat Banyuwangi mampu menghadirkan konsep wisata yang menarik sekaligus tetap mempertahankan identitas lokal.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widhiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi terhadap perkembangan pariwisata Banyuwangi setelah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi. Dalam perjalanan tersebut, ia melihat secara langsung berbagai potensi wisata, kawasan heritage, hingga kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi.

Menurut Widhiyanti, Banyuwangi menunjukkan keberhasilan dalam mengelola sektor pariwisata daerah. Ia menilai berbagai langkah inovatif yang di lakukan pemerintah setempat dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin mengembangkan potensi wisata.

“Banyuwangi menjadi gambaran keberhasilan pengembangan pariwisata daerah di Indonesia. Konsep yang di terapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujar Widhiyanti.

Pengelolaan Destinasi Banyuwangi Gabungkan Alam dan Edukasi

Perkembangan wisata Banyuwangi semakin kuat karena daerah ini memiliki beragam destinasi dengan karakter berbeda. Wisatawan dapat menikmati kawasan pantai, pegunungan, geopark, hingga berbagai tempat yang menyimpan nilai sejarah.

Dalam kunjungannya, Menpar mendatangi Pantai Boom Marina yang menjadi salah satu kawasan wisata bahari unggulan. Area tersebut menawarkan pemandangan laut serta fasilitas pendukung yang memperkuat daya tarik wisata pesisir Banyuwangi.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Pendopo Sabha Swaghata untuk mengikuti rapat koordinasi mengenai Revalidasi Geopark Ijen. Bangunan tersebut menjadi salah satu kawasan heritage yang memiliki nilai sejarah sekaligus memperlihatkan karakter arsitektur khas Banyuwangi.

Selain melihat kawasan bersejarah, Menpar juga mengunjungi Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI). Pusat edukasi tersebut memberikan informasi mengenai potensi geologi dan kekayaan alam yang terdapat di kawasan Geopark Ijen.

Widhiyanti menilai keberadaan PIGGI menunjukkan keseriusan Banyuwangi dalam mengembangkan wisata berbasis edukasi. Menurutnya, pusat informasi tersebut mampu memberikan pemahaman kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga kawasan alam.

Desa Kemiren Perkuat Daya Tarik Budaya Osing

Selain menawarkan wisata alam, Banyuwangi memiliki kekuatan budaya yang menjadi daya tarik utama. Salah satu contoh pelestarian budaya tersebut terlihat di Desa Adat Osing Kemiren.

Saat berkunjung ke desa tersebut, Menpar bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berjalan menyusuri lingkungan masyarakat dan melihat aktivitas warga secara langsung. Kehadiran mereka mendapat sambutan melalui pertunjukan musik tradisional Othek dan angklung paglak yang di mainkan oleh masyarakat setempat.

Suasana Desa Kemiren memperlihatkan bagaimana masyarakat Osing tetap mempertahankan warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Rumah adat, kesenian tradisional, hingga kuliner khas menjadi bagian penting yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Dalam kesempatan tersebut, Widhiyanti menikmati berbagai makanan tradisional seperti tape ketot, kucur, dan jenang khas Osing. Ia juga melihat koleksi batik Kemiren serta berbagai kerajinan tangan yang di buat masyarakat menggunakan bahan lokal.

Kreativitas warga Desa Kemiren mendapatkan perhatian khusus dari Menpar. Ia menilai masyarakat mampu menjaga tradisi sekaligus mengembangkan produk budaya yang memiliki nilai ekonomi.

Wisata Banyuwangi

Warga Desa Kemiren memainkan alat tumbuk padi, Jumat (26/6/2026).

Desa Kemiren Didorong Raih Predikat Wisata Dunia

Potensi budaya yang kuat membuat Desa Kemiren mendapatkan perhatian dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Desa tersebut sebelumnya memperoleh penghargaan Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 dari UN Tourism.

Pemerintah akan memberikan pendampingan agar Desa Kemiren mampu meningkatkan kualitas pengelolaan wisata dan mendapatkan predikat Best Tourism Village. Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Ketika berada di Kemiren, Menpar juga bertemu wisatawan asal Prancis bernama Chloe yang sedang menikmati pengalaman menginap selama dua malam. Ia mengaku mendapatkan kesan positif karena masyarakat desa memberikan sambutan hangat.

Menurut Chloe, suasana Desa Kemiren memberikan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat merasakan kehidupan masyarakat lokal secara langsung. Keramahan warga dan lingkungan yang asri menjadi alasan dirinya menikmati perjalanan tersebut.

Budaya Menjadi Kekuatan Utama Pengembangan Wisata Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah. Namun, pemerintah tetap menjaga agar perkembangan wisata tidak menghapus karakter budaya masyarakat.

Ia menyebut tradisi dan budaya khas Banyuwangi menjadi kekuatan utama yang membedakan daerah tersebut dari destinasi lain. Keunikan budaya lokal mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan bagi pengunjung.

Melalui pengembangan destinasi, inovasi pelayanan, serta pelestarian budaya, wisata Banyuwangi terus menunjukkan pertumbuhan positif. Kabupaten ini membuktikan bahwa kemajuan pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budaya dan lingkungan.