Hlun Solo Meninggal Di Georgia menjadi kabar duka yang menyita perhatian publik Thailand setelah YouTuber travel tersebut di temukan tidak bernyawa di sebuah kamar hotel di Tbilisi, ibu kota Georgia, pada akhir Juli 2026. Hingga saat ini, aparat Georgia masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian kreator konten bernama asli Bowornthat Pengsuk tersebut.
Kabar meninggalnya Hlun Solo juga membuat proses pemulangan jenazah ke Thailand mengalami penundaan. Pihak berwenang harus menyelesaikan sejumlah pemeriksaan forensik sebelum keluarga dapat membawa jenazahnya pulang ke negara asal.
Di balik kabar duka tersebut, sosok Hlun Solo di kenal sebagai salah satu kreator perjalanan Thailand yang memiliki kisah hidup penuh perjuangan. Ia membangun karier dari kondisi sederhana hingga berhasil menjadi YouTuber travel dengan jutaan pengikut.
Perjalanan Hidup Hlun Solo Sebelum Terkenal
Hlun Solo memiliki nama asli Bowornthat Pengsuk. Ia lahir dan tumbuh di Provinsi Kalasin, wilayah timur laut Thailand. Sejak kecil, Bowornthat menghadapi kehidupan yang tidak mudah karena kondisi ekonomi keluarganya terbatas.
Setelah ayahnya meninggal dunia, Bowornthat mendapatkan pengasuhan dari sang nenek. Masa kecilnya berlangsung dengan berbagai keterbatasan, tetapi kondisi tersebut tidak menghentikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
Usai menyelesaikan sekolah menengah, Bowornthat sempat bekerja di sebuah pabrik untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. Namun, kesempatan besar datang ketika ia memperoleh beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok.
Di universitas tersebut, Bowornthat mengambil bidang ilmu politik dan berhasil menyelesaikan pendidikannya. Setelah lulus, ia memilih jalur berbeda dengan mengembangkan karier di dunia digital melalui konten perjalanan.
Hlun Solo Dikenal Lewat Konten Backpacking Hemat
Nama Hlun Solo semakin dikenal masyarakat Thailand karena konten perjalanan yang ia buat. Ia sering membagikan pengalaman menjelajah berbagai negara seorang diri dengan konsep solo backpacking berbiaya rendah.
Melalui kanal digitalnya, Bowornthat tidak hanya memperlihatkan destinasi wisata, tetapi juga menceritakan perjuangan mengatur keuangan agar tetap bisa bepergian. Gaya kontennya yang sederhana membuat banyak penonton merasa dekat dengan kisah perjalanan yang ia tampilkan.
Popularitas Hlun Solo terus meningkat. Ia memiliki sekitar 2,5 juta pengikut di Facebook dan hampir 950.000 subscriber di YouTube. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu travel vlogger populer di Thailand.
Bagi para penggemarnya, Hlun Solo bukan hanya seorang pembuat konten wisata. Ia juga menjadi inspirasi karena mampu mengubah pengalaman hidup penuh keterbatasan menjadi sebuah profesi yang sukses.

Bowornthat Pengsuk, yang juga dikenal sebagai ?Hlun Solo?, memiliki 2,5 juta pengikut di Facebook dan 950.000 subscriber di saluran YouTube-nya yang berfokus pada travel.
Kronologi Hlun Solo Ditemukan Meninggal di Georgia
Bowornthat berangkat ke Georgia pada awal Juli 2026 untuk membuat konten perjalanan terbaru. Namun, keluarga mulai kehilangan komunikasi dengannya sejak 13 Juli 2026.
Selama lebih dari dua pekan, keluarga tidak mendapatkan kabar dari Bowornthat melalui telepon maupun saluran komunikasi lainnya. Situasi tersebut membuat kakaknya meminta bantuan publik melalui media sosial untuk mencari keberadaan sang YouTuber.
Pada 29 Juli 2026, Kepolisian Georgia mengonfirmasi bahwa Bowornthat di temukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Tbilisi. Setelah menemukan jenazahnya, aparat setempat langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian.
Sebelum kabar kematian tersebut muncul, Kementerian Luar Negeri Thailand telah melakukan koordinasi dengan pemerintah Georgia, konsul kehormatan Thailand, serta komunitas relawan Thailand di Georgia untuk membantu menemukan keberadaan Bowornthat.
Penyebab Kematian Hlun Solo Masih Dalam Penyelidikan
Pihak berwenang Georgia masih melakukan pemeriksaan forensik terhadap kasus Hlun Solo meninggal di Georgia. Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menjelaskan bahwa penyidik Georgia masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pemeriksaan guna memastikan penyebab kematian.
Berdasarkan informasi sementara, kamera pengawas di sekitar hotel tidak menunjukkan adanya orang lain yang masuk ke kamar Hlun Solo. Selain itu, aparat juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski demikian, pemerintah Thailand masih memiliki sejumlah pertanyaan terkait kasus tersebut. Salah satunya mengenai waktu pemberitahuan kepada pihak Thailand yang baru diterima sekitar 10 hari setelah Bowornthat meninggal.
Sihasak menyampaikan bahwa keluarga memiliki hak untuk meminta pemeriksaan atau autopsi ulang di Thailand apabila merasa hasil penyelidikan dari Georgia belum memberikan jawaban yang memuaskan.
Proses Pemulangan Jenazah Hlun Solo ke Thailand
Penyelidikan forensik membuat jenazah Hlun Solo sempat belum dapat segera di pulangkan ke Thailand. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Jaitai Uppakarnnitikaset, mengatakan penyidik Georgia telah mengambil sampel jaringan tubuh untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium.
Pihak keluarga kemudian memberikan surat kuasa kepada Kedutaan Besar Thailand di Ankara, Turkiye, untuk menangani proses pemulangan jenazah. Kedutaan Thailand bekerja sama dengan otoritas Georgia, perusahaan asuransi, serta layanan pemulangan jenazah agar proses tersebut berjalan lancar.
Berdasarkan informasi terbaru dari keluarga melalui Facebook, dokumen kematian resmi di perkirakan segera selesai. Jika tidak terdapat kendala administrasi tambahan, jenazah Hlun Solo di harapkan dapat kembali ke Thailand dalam waktu dekat.
Meski proses repatriasi terus berlangsung, penyelidikan terkait penyebab kematian Hlun Solo meninggal di Georgia masih berjalan. Otoritas Georgia tetap melanjutkan pemeriksaan untuk memberikan kepastian mengenai peristiwa yang menimpa kreator perjalanan asal Thailand tersebut.