Realme – resmi mengumumkan penghentian pengembangan antarmuka pengguna (user interface/UI) Realme UI sebagai bagian dari strategi baru perusahaan dalam menyatukan ekosistem perangkat lunaknya. Mulai generasi smartphone berikutnya, seluruh perangkat Realme akan menggunakan ColorOS, sistem operasi yang selama ini di kembangkan oleh Oppo.
Pengumuman tersebut di sampaikan melalui akun resmi Realme di platform Weibo pada pertengahan Juli 2026. Keputusan ini sekaligus mengonfirmasi berbagai laporan yang sebelumnya menyebutkan bahwa Realme akan mengintegrasikan platform perangkat lunaknya dengan Oppo untuk menciptakan sistem operasi yang lebih efisien dan seragam.
Melalui kebijakan baru tersebut, setiap smartphone Realme yang di rilis pada masa mendatang akan langsung menjalankan ColorOS 17 sebagai sistem operasi bawaan. Tidak hanya perangkat baru, Realme juga memastikan bahwa sejumlah smartphone lama yang masih memenuhi syarat pembaruan perangkat lunak akan memperoleh upgrade ke ColorOS sesuai jadwal yang telah di tentukan.
Langkah ini menjadi salah satu perubahan terbesar yang dilakukan Realme sejak memperkenalkan Realme UI sebagai identitas perangkat lunaknya beberapa tahun lalu.
Alasan Realme Beralih ke ColorOS
Menurut penjelasan perusahaan, keputusan untuk menghentikan pengembangan Realme UI bertujuan menyederhanakan proses pengembangan sistem operasi sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi pembaruan perangkat lunak kepada pengguna.
Selama ini, pengembangan antarmuka Android memerlukan sumber daya yang besar, mulai dari tim pengembang, proses pengujian fitur, hingga jadwal pembaruan keamanan dan sistem yang harus di kelola secara terpisah. Dengan mengadopsi satu platform yang sama, Realme berharap proses pengembangan menjadi lebih efektif sehingga pembaruan dapat di rilis lebih cepat dan stabil.
Perusahaan juga menilai bahwa penggunaan ColorOS akan memudahkan integrasi berbagai fitur baru yang di kembangkan Oppo tanpa harus melakukan penyesuaian besar pada perangkat Realme.
Strategi tersebut di nilai mampu meningkatkan kualitas pengalaman pengguna sekaligus mempercepat siklus pembaruan perangkat lunak di berbagai model smartphone.

Ikon-ikon di antarmuka Realme UI 7.0.
Transisi Dipastikan Berjalan Tanpa Perubahan Besar
Realme menegaskan bahwa perpindahan dari Realme UI ke ColorOS tidak akan memberikan perubahan yang drastis bagi para pengguna. Selama beberapa tahun terakhir, Realme UI memang telah mengadopsi banyak elemen desain, fitur, serta struktur sistem yang serupa dengan ColorOS.
Karena memiliki fondasi pengembangan yang hampir sama, perusahaan menyebut proses migrasi lebih menyerupai perubahan identitas antarmuka di bandingkan perombakan total terhadap sistem operasi.
Dengan demikian, pengguna tetap dapat menikmati pengalaman penggunaan yang familiar. Mulai dari tampilan menu, navigasi, hingga berbagai fitur utama yang sebelumnya telah tersedia di Realme UI.
Selain mempertahankan kemudahan penggunaan, ColorOS juga di harapkan mampu menghadirkan peningkatan pada aspek performa, efisiensi daya, keamanan, serta kestabilan sistem. Sehingga pengalaman menggunakan smartphone menjadi semakin optimal.
Menjadi Bagian dari Strategi Integrasi Oppo
Penghentian Realme UI bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi Oppo untuk menyatukan platform perangkat lunak yang di gunakan oleh berbagai merek di bawah naungan grup perusahaan.
Sebelumnya, OnePlus juga telah mengumumkan penghentian pengembangan OxygenOS dan akan beralih menggunakan ColorOS mulai Android 17. Dengan demikian, Oppo, Realme, dan OnePlus akan memanfaatkan basis sistem operasi yang sama. Meskipun tetap menghadirkan karakteristik dan fitur yang di sesuaikan dengan identitas masing-masing merek.
Berdasarkan sejumlah laporan industri, penyatuan platform perangkat lunak memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan. Selain mengurangi biaya pengembangan. Strategi ini memungkinkan proses pengujian menjadi lebih sederhana serta mempercepat distribusi pembaruan keamanan maupun fitur baru kepada pengguna.
Langkah tersebut juga di nilai mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Sehingga perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan inovasi pada sektor perangkat keras maupun teknologi lainnya.
Operasional Realme di Indonesia Tetap Berjalan Normal
Di tengah perubahan besar pada sisi perangkat lunak, Realme memastikan bahwa aktivitas bisnisnya di berbagai negara. Termasuk Indonesia, tidak mengalami perubahan.
Dalam konferensi distributor paruh kedua tahun 2026 yang di selenggarakan di Hong Kong, Vice President. Sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) Realme, Chase Xu, menegaskan bahwa jaringan distribusi, struktur organisasi, jumlah karyawan. Hingga model bisnis perusahaan di pasar internasional tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Pernyataan tersebut juga di perkuat oleh Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca. Ia menegaskan bahwa operasional Realme di Indonesia tetap berlangsung normal tanpa adanya perubahan layanan kepada konsumen.
Dengan demikian, pengguna Realme di Indonesia tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan produk, layanan purna jual, maupun dukungan pembaruan perangkat lunak. Perusahaan tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik sekaligus menghadirkan pembaruan sistem operasi sesuai jadwal bagi perangkat yang masih memenuhi syarat.
Peralihan dari Realme UI ke ColorOS menjadi langkah strategis yang menunjukkan arah baru pengembangan perangkat lunak Realme. Melalui penyatuan platform bersama Oppo, perusahaan berharap dapat menghadirkan pembaruan yang lebih cepat, sistem yang lebih stabil. Serta pengalaman penggunaan yang semakin baik bagi pengguna smartphone Realme di berbagai negara.