Pajak Wisata – Pemerintah Kota Venesia kembali menggulirkan kebijakan baru terkait pengelolaan wisatawan harian. Wali Kota Venesia, Simone Venturini, yang mulai menjabat sejak Mei 2026, mengajukan rencana kenaikan signifikan terhadap pajak masuk bagi turis yang tidak menginap di kota tersebut.
Kebijakan ini menyasar pengunjung harian yang datang ke Venesia tanpa reservasi penginapan. Dalam proposal terbarunya, pemerintah kota berencana menaikkan biaya masuk dari 5 euro menjadi 50 euro atau setara sekitar Rp1 juta. Kenaikan ini mencapai hampir 900 persen di banding tarif awal.
Venturini menilai langkah tersebut dapat membantu mengendalikan lonjakan wisatawan, terutama pada periode kunjungan paling padat. Ia menyebut kebijakan ini sebagai “penghalang tambahan” agar jumlah turis harian tidak melebihi kapasitas kota.
Strategi Baru untuk Mengatasi Over-Tourism
Venturini menjelaskan bahwa kebijakan pajak wisata bukan hanya bertujuan meningkatkan pendapatan kota, tetapi juga mengatur arus kedatangan wisatawan. Menurutnya, Venesia membutuhkan mekanisme yang lebih tegas untuk mengurangi tekanan akibat over-tourism.
Ia menegaskan bahwa sistem biaya masuk yang ada saat ini menjadi satu-satunya alat efektif untuk mengendalikan jumlah pengunjung harian. Pemerintah kota juga berencana menerapkan sistem tarif dinamis yang bisa meningkat ketika jumlah pemesanan melewati batas tertentu.
Jika disetujui parlemen Italia, kebijakan ini akan memperkuat strategi Venesia dalam menjaga keberlanjutan kota yang di kenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia.
Dana Pajak untuk Pemeliharaan Kota
Pemerintah Venesia menargetkan dana dari pajak wisata di gunakan untuk membiayai layanan publik dan perawatan kota. Venturini menyebut biaya pemeliharaan kota yang dibangun di atas air tersebut mencapai lebih dari 100 juta euro setiap tahun.
Kondisi geografis Venesia yang unik membuat kota ini membutuhkan perawatan ekstra, mulai dari infrastruktur kanal hingga perlindungan terhadap banjir dan kerusakan lingkungan.
Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, pemerintah menilai kontribusi finansial dari turis harian perlu ditingkatkan agar beban tidak hanya ditanggung oleh warga lokal.
Sistem Pajak Wisata Sudah Diterapkan Sejak 2024
Venesia menjadi kota pertama di dunia yang menerapkan biaya masuk khusus bagi turis harian pada 2024. Pada tahun pertama, kebijakan ini berlaku pada 29 hari selama periode April hingga Juli.
Tahun berikutnya, jumlah hari penerapan meningkat menjadi 54 hari, dengan tambahan biaya bagi wisatawan yang melakukan pemesanan mendadak. Tren tersebut berlanjut pada 2025, ketika jumlah hari penerapan naik menjadi 60 hari.
Pada 2026, pemerintah memperluas kebijakan ini dengan fokus pada akhir pekan di bulan April hingga Juli. Sistem ini berlaku pada jam sibuk antara pukul 08.30 hingga 16.00, sementara akses kota tetap gratis di luar jam tersebut.

Monumento alla Partigiana Veneta.
Sistem QR Code dan Aturan Akses Wisatawan
Wisatawan yang ingin mengunjungi Venesia wajib melakukan pemesanan melalui platform digital resmi. Setelah itu, sistem akan mengeluarkan kode QR sebagai bukti akses masuk.
Kode QR tersebut akan diperiksa di beberapa titik akses kota, termasuk area sekitar stasiun Santa Lucia. Pemerintah juga menempatkan petugas khusus untuk memverifikasi data pengunjung di lokasi strategis.
Wisatawan yang menginap di hotel tidak perlu membayar biaya tambahan karena biaya tersebut sudah termasuk dalam tagihan akomodasi. Namun, mereka tetap harus mendaftarkan data penginapan untuk mendapatkan QR code.
Daftar Tanggal Penerapan Pajak Wisata 2026
Pada tahun 2026, pajak wisata Venesia berlaku pada banyak tanggal di musim liburan utama. Sistem ini aktif pada sebagian besar akhir pekan di bulan April, Mei, Juni, dan Juli, termasuk periode libur panjang yang biasanya menarik banyak wisatawan.
Pemerintah mengatur jadwal ini untuk menyesuaikan dengan puncak kedatangan turis harian yang sering membebani infrastruktur kota.
Denda bagi Wisatawan Tanpa Registrasi
Pemerintah Venesia menetapkan sanksi bagi wisatawan yang tidak mengikuti aturan. Pengunjung yang tidak mendaftar atau tidak memiliki pengecualian dapat menerima denda mulai dari 50 euro hingga 300 euro.
Petugas di lapangan akan melakukan pemeriksaan secara acak untuk memastikan semua pengunjung mematuhi aturan yang berlaku. Sistem ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wisatawan terhadap kebijakan baru.
Respons dan Evaluasi Kebijakan Pajak Wisata
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa pada awal penerapan kebijakan, sebagian besar wisatawan masih memilih membayar pajak masuk di muka untuk mendapatkan tarif lebih murah.
Namun, pemerintah kota menilai perbedaan tarif yang terlalu kecil membuat dampak kebijakan belum maksimal. Beberapa pejabat lokal menilai kenaikan harga yang lebih signifikan dapat memberikan efek pengendalian yang lebih kuat terhadap jumlah pengunjung.
Asosiasi hotel Venesia juga menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai sistem pajak wisata dapat membantu mengurangi kepadatan pada hari-hari tertentu dan meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Tantangan Over-Tourism di Venesia
Selama beberapa dekade terakhir, Venesia menghadapi tekanan besar akibat jumlah wisatawan yang terus meningkat. Dalam beberapa musim panas terakhir, jumlah tempat tidur wisata bahkan melampaui jumlah penduduk tetap kota.
Populasi warga lokal juga terus menurun hingga di bawah 50.000 orang, sementara arus wisatawan harian terus meningkat tajam setiap tahun.
Kondisi ini mendorong pemerintah kota untuk mencari keseimbangan antara industri pariwisata dan keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.
Kesimpulan
Kenaikan pajak wisata hingga 900 persen menunjukkan keseriusan Venesia dalam mengatasi masalah over-tourism. Dengan sistem digital, tarif dinamis, serta pengawasan ketat, pemerintah kota berharap dapat mengurangi tekanan wisatawan harian sekaligus menjaga kelestarian kota bersejarah tersebut.
Kebijakan ini menandai babak baru dalam pengelolaan pariwisata global, di mana keseimbangan antara pendapatan, keberlanjutan, dan kenyamanan warga menjadi prioritas utama.