10 Destinasi Terhijau di Dunia – Wisata alam dengan panorama hijau menjadi pilihan menarik bagi pelancong yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan. Bentang hutan yang rimbun, area pertanian, lembah, hingga pegunungan dapat menghadirkan suasana berbeda sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih dekat dengan alam.
Travel + Leisure pada Minggu, 23 Agustus 2026, merangkum sejumlah lokasi yang dinilai memiliki lanskap hijau menawan dari berbagai penjuru dunia. Pilihan tersebut tidak terbatas pada satu jenis bentang alam. Sebaliknya, daftar itu menghadirkan kawasan persawahan, taman nasional, hutan tropis, hingga wilayah pegunungan.
Indonesia juga mendapatkan tempat dalam daftar tersebut. Tegallalang Rice Terrace di Bali menjadi wakil Tanah Air berkat panorama sawah terasering yang berpadu dengan vegetasi tropis.
Berikut 10 destinasi bernuansa hijau yang masuk dalam pilihan Travel + Leisure.
1. Sapa Valley di Vietnam
Wilayah utara Vietnam menyimpan Sapa Valley, sebuah kawasan pegunungan dengan bentang alam yang didominasi persawahan berundak. Kontur perbukitan membuat petak-petak pertanian terlihat bertingkat sekaligus menciptakan panorama yang khas.
Selain mengagumi pemandangan, pengunjung bisa menyusuri jalur trekking yang menghubungkan sejumlah permukiman di kawasan tersebut. Aktivitas itu memungkinkan pelancong melihat lingkungan Sapa dari jarak lebih dekat.
Sementara itu, wisatawan yang ingin menuju kawasan Fansipan dapat memanfaatkan fasilitas kereta gantung. Fansipan sendiri dikenal sebagai puncak tertinggi di Vietnam.
2. Corcovado National Park di Kosta Rika
Berikutnya terdapat Corcovado National Park yang terletak di Semenanjung Osa, Kosta Rika. Kawasan konservasi ini mempunyai bentang hutan tropis yang rapat sekaligus menyimpan keanekaragaman hayati.
Berbagai jenis satwa hidup di dalamnya, termasuk jaguar, tapir, kungkang, serta macaw. Tidak hanya itu, karakter alam Corcovado juga cukup beragam karena mencakup hutan tropis dataran rendah sampai area bakau.
Oleh karena itu, destinasi tersebut cocok bagi wisatawan yang tertarik pada petualangan sekaligus pengamatan kehidupan liar.
3. Tegallalang Rice Terrace di Bali
Tegallalang Rice Terrace membawa nama Indonesia dalam daftar destinasi hijau pilihan Travel + Leisure. Lokasinya berada tidak jauh dari Ubud dan dikenal melalui panorama sawah berundak yang mengikuti kontur wilayahnya.
Perbedaan warna tanaman pada setiap petak menciptakan gradasi hijau yang menarik. Sementara itu, pepohonan tropis di sekitarnya semakin memperkuat karakter alami kawasan tersebut.
Terasering di Tegallalang juga berkaitan dengan metode pengelolaan air tradisional yang telah diterapkan masyarakat Bali selama bertahun-tahun. Dengan demikian, daya tarik kawasan ini bukan hanya berasal dari pemandangannya, tetapi juga berhubungan dengan praktik pertanian lokal.
Untuk memperoleh suasana yang relatif lebih nyaman, Travel + Leisure merekomendasikan kunjungan pada pagi hari sebelum jumlah wisatawan meningkat.
4. Val d’Orcia di Italia
Beralih ke Eropa, Italia memiliki Val d’Orcia yang terletak di Tuscany. Kawasan ini menawarkan bentang perbukitan dengan area pertanian luas yang menghasilkan panorama hijau khas pedesaan Italia.
Wisatawan dapat menjumpai perkebunan zaitun dan kebun anggur selama menjelajahi wilayah tersebut. Selain itu, jajaran pohon cemara yang tumbuh di sepanjang jalan maupun perbukitan turut menjadi elemen khas lanskap Val d’Orcia.
Keistimewaan kawasan tersebut juga mendapatkan pengakuan internasional karena Val d’Orcia tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
5. Maya Mountains di Belize
Maya Mountains menjadi pilihan berikutnya bagi pencinta wisata petualangan. Pegunungan ini membentang dari wilayah selatan Belize menuju Guatemala dengan kawasan berhutan lebat sebagai salah satu karakter utamanya.
Beragam aktivitas dapat dilakukan ketika berkunjung ke kawasan tersebut. Wisatawan, misalnya, bisa menyusuri hutan, mengamati kehidupan liar, menikmati air terjun, ataupun mencoba pendakian menuju Victoria Peak.
Selain itu, jaguar dan tapir menjadi bagian dari satwa yang hidup di lingkungan Maya Mountains. Beberapa pilihan penginapan di sekitar kawasan juga menawarkan pengalaman bermalam di tengah lingkungan bernuansa alami.

Salah satu tempat hijau di bumi, Sapa Valley di Vietnam.
6. Killarney National Park di Irlandia
Pesona lanskap hijau Irlandia dapat ditemukan salah satunya di Killarney National Park. Kawasan ini mempunyai vegetasi beragam yang mencakup pepohonan ek, yew, hingga cemara.
Status Cagar Biosfer UNESCO semakin memperkuat nilai penting taman tersebut dari sisi lingkungan. Namun, kawasan ini juga menyediakan sejumlah pilihan kegiatan untuk wisatawan.
Pengunjung dapat menyusuri taman dengan berjalan kaki maupun menunggang kuda. Sementara itu, pendaki dapat menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik untuk menjelajahi Carrauntoohil, puncak tertinggi di Irlandia.
7. Teahupo’o di Tahiti
Nama Teahupo’o mungkin lebih di kenal di kalangan pencinta olahraga selancar. Meski demikian, kawasan di barat daya Tahiti tersebut ternyata mempunyai pesona daratan yang tidak kalah menarik.
Pegunungan menjulang, lembah dengan vegetasi tropis, serta tebing menjadi bagian dari panorama di kawasan tersebut. Bahkan, terdapat beberapa lokasi terpencil yang aksesnya membutuhkan perjalanan menggunakan perahu.
Di samping itu, keberadaan air terjun dan pepohonan lebat memberikan alternatif pengalaman bagi pengunjung yang ingin menikmati sisi lain Teahupo’o selain aktivitas di laut.
8. Plitvice Lakes National Park di Kroasia
Kroasia mempunyai Plitvice Lakes National Park yang menjadi salah satu tujuan populer bagi wisatawan pencinta aktivitas berjalan kaki di alam terbuka. Kawasan ini juga menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO.
Salah satu daya tarik utamanya berasal dari 16 danau yang berada di tengah kawasan berhutan. Vegetasi di sekelilingnya antara lain terdiri atas pohon beech, spruce, serta cemara.
Menariknya, permukaan air pada beberapa danau dapat memperlihatkan rona menyerupai hijau zamrud bergantung pada pencahayaan dan kondisi lingkungan. Selanjutnya, pengunjung bisa memilih berbagai rute trekking sesuai jarak perjalanan yang diinginkan.
9. Congo Basin di Afrika Tengah
Congo Basin menawarkan pengalaman berbeda karena menjadi bagian dari kawasan hutan tropis terbesar di planet ini. Bentang alamnya mencakup hutan hujan dan wilayah rawa yang tersebar melintasi enam negara di Afrika Tengah.
Lingkungan tersebut menjadi rumah bagi ribuan jenis flora maupun fauna. Karena kekayaan biodiversitasnya, kegiatan wisata di kawasan ini banyak berhubungan dengan penjelajahan alam.
Pengunjung juga berpeluang menjumpai berbagai primata, termasuk gorila, bonobo, dan simpanse. Selain itu, gajah hutan menjadi salah satu satwa yang dapat di temukan dalam ekosistem Congo Basin.
10. Hoh Rain Forest di Amerika Serikat
Daftar di tutup oleh Hoh Rain Forest yang berada di Olympic National Park, Washington, Amerika Serikat. Lingkungan hutan ini mempunyai karakter hijau yang kuat berkat keberadaan lumut, tumbuhan pakis, serta pepohonan berusia tua.
Wisatawan yang ingin menjelajah lebih jauh dapat mencoba Hoh River Trail dengan panjang kurang lebih 11 mil. Namun, tersedia pula pilihan yang lebih singkat melalui Hall of Mosses sepanjang sekitar satu mil.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat batang serta cabang pepohonan yang tertutup lumut. Kondisi tersebut menghadirkan suasana hutan yang khas sekaligus menjadi daya tarik utama Hoh Rain Forest.
Tegallalang Membawa Pesona Hijau Indonesia ke Tingkat Dunia
Masuknya Tegallalang Rice Terrace menunjukkan bahwa bentang pertanian tradisional Indonesia mampu bersanding dengan berbagai destinasi alam terkenal dari negara lain. Terasering, vegetasi tropis, serta kehidupan masyarakat lokal membentuk karakter yang berbeda di bandingkan kawasan hijau lainnya.
Sementara itu, daftar Travel + Leisure memperlihatkan bahwa panorama hijau bisa hadir dalam banyak bentuk. Ada yang berasal dari persawahan, hutan hujan tropis, taman nasional, pegunungan, hingga lembah pertanian.
Dengan karakter masing-masing, sepuluh destinasi tersebut dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang mencari perjalanan bernuansa alam. Bagi pelancong Indonesia, kehadiran Tegallalang sekaligus menegaskan bahwa Bali tidak hanya menawarkan wisata pantai, tetapi juga memiliki lanskap persawahan yang menarik perhatian dunia.