Teknologi Kendaraan Listrik – Industri kendaraan listrik di China terus bergerak menuju teknologi penyimpanan energi yang lebih maju. Salah satu inovasi yang kini mendapat perhatian besar adalah baterai solid-state. Berbagai perusahaan mulai mempercepat riset sekaligus mempersiapkan pengujian teknologi tersebut pada kendaraan.
Sejumlah produsen menempatkan 2027 sebagai periode penting untuk menjalankan agenda pengembangan. Pada tahun tersebut, perusahaan berencana memasuki fase percobaan produksi, demonstrasi, validasi, maupun tes langsung menggunakan mobil listrik.
Persaingan tidak hanya datang dari pemain utama seperti CATL, BYD, serta Geely. Beberapa perusahaan lain turut menyiapkan teknologi serupa. Di antaranya terdapat CALB, Gotion High-Tech, EVE, hingga Farasis Energy.
Mengacu pada laporan CarNewsChina, Senin (24/8/2026), berbagai rencana tersebut membuat 2027 berpeluang menjadi momentum penting bagi perkembangan teknologi solid-state di China. Meskipun demikian, agenda itu belum menandakan bahwa baterai jenis ini segera memasuki produksi massal.
Teknologi Solid-State Menawarkan Potensi Baru
Baterai solid-state memiliki karakteristik berbeda dibandingkan perangkat penyimpanan energi lithium-ion yang umum dipakai pada mobil listrik saat ini. Perbedaan utama berada pada material elektrolit.
Teknologi lithium-ion konvensional umumnya memanfaatkan elektrolit berbentuk cair. Sementara itu, sistem solid-state menggunakan material padat sebagai medium elektrolitnya.
Perubahan struktur tersebut menawarkan sejumlah potensi keuntungan. Salah satunya berkaitan dengan kepadatan energi yang bisa meningkat. Selain itu, teknologi ini juga dinilai memiliki peluang untuk memberikan karakteristik keselamatan lebih baik.
Apabila pengembangannya berhasil, produsen dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kemampuan mobil listrik. Kapasitas penyimpanan energi yang lebih tinggi berpotensi membantu kendaraan menjangkau perjalanan lebih jauh.
Namun, proses menuju penggunaan komersial masih menghadapi berbagai hambatan. Produsen harus memastikan stabilitas teknologi sebelum meningkatkan skala manufaktur. Di sisi lain, efisiensi proses produksi perlu terus diperbaiki.
Biaya juga menjadi faktor penting. Teknologi yang memiliki performa tinggi tetap membutuhkan ongkos produksi kompetitif agar bisa digunakan pada kendaraan dalam jumlah besar.
Oleh sebab itu, berbagai target pada 2027 masih berfokus pada pembuktian kemampuan teknologi dan bukan penerapan massal.
CATL Bersiap Memasuki Fase Produksi Percobaan
Sebagai salah satu pemain utama dalam industri baterai China, CATL telah menyusun target pengembangan teknologi solid-state. Perusahaan berencana menjalankan produksi percobaan pada 2027.
Meski demikian, proses tersebut belum menjadi tanda di mulainya produksi komersial berskala besar. CATL masih membutuhkan serangkaian evaluasi sebelum teknologi dapat di terapkan secara lebih luas.
Pengujian lanjutan diperlukan untuk mengetahui kemampuan baterai ketika menghadapi berbagai kondisi penggunaan. Selain performa, perusahaan juga harus memastikan aspek keselamatan dan daya tahan memenuhi kebutuhan industri otomotif.
Dengan demikian, agenda CATL pada 2027 lebih mengarah kepada fase pengembangan dan pembuktian teknologi.
BYD Arahkan Teknologi untuk Demonstrasi
BYD turut mengambil langkah dalam persaingan tersebut. Perusahaan menargetkan penggunaan teknologi all-solid-state untuk kebutuhan demonstrasi pada 2027.
Tahap ini dapat memberikan kesempatan bagi BYD untuk menguji kemampuan teknologi sebelum menuju penerapan komersial. Selanjutnya, perusahaan dapat melakukan penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi.
Adapun pemanfaatan dalam jumlah besar di perkirakan baru berlangsung setelah memasuki dekade berikutnya. Dengan kata lain, konsumen kemungkinan masih harus menunggu beberapa tahun sebelum teknologi tersebut tersedia secara luas.
Pendekatan bertahap juga memberikan ruang bagi perusahaan untuk mempersiapkan fasilitas manufaktur. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi harus berjalan seiring dengan pengendalian biaya.

Pengembangan baterai solid-state Geely memasuki tahap akhir.
Geely Incar Kepadatan Energi Tinggi
Geely juga menempatkan 2027 dalam peta jalan pengembangan baterai generasi berikutnya. Produsen otomotif tersebut berencana melakukan pengujian teknologi solid-state langsung pada kendaraan.
Menariknya, varian tertinggi yang sedang di kembangkan memiliki sasaran kepadatan energi hingga 500 Wh/kg. Apabila target tersebut tercapai, teknologi ini berpotensi mendukung jarak perjalanan kendaraan listrik melampaui 1.000 kilometer.
Walaupun demikian, angka tersebut masih berupa sasaran teknis dalam proses pengembangan. Karena itu, kemampuan tersebut belum bisa di anggap sebagai spesifikasi resmi kendaraan produksi Geely.
Pengujian menggunakan kendaraan nyata nantinya menjadi tahapan penting. Melalui proses tersebut, perusahaan dapat menilai performa baterai dalam berbagai situasi berkendara.
CALB hingga Gotion Ikut Percepat Pengembangan
Persaingan teknologi solid-state juga diramaikan sejumlah perusahaan baterai lainnya. CALB, misalnya, berencana menjalankan validasi dalam skala terbatas menggunakan kendaraan listrik pada 2027.
Setelah fase tersebut selesai, perusahaan berencana meningkatkan kemampuan manufaktur secara bertahap. Tahap komersial di perkirakan berlangsung pada rentang 2030 sampai 2032.
Sementara itu, Gotion High-Tech tengah mengembangkan sel solid-state dengan sasaran kepadatan energi sekitar 350 Wh/kg. Perusahaan kemudian berencana menggelar tes jalan menggunakan sejumlah kendaraan pada 2027.
Apabila pengujian berjalan sesuai rencana, Gotion mengarahkan produksi komersial menuju periode 2029 hingga 2030. Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada perkembangan teknologi serta kesiapan manufaktur.
Farasis Energy juga memiliki agenda pengembangan serupa. Perusahaan membidik validasi teknologi menggunakan kendaraan pada 2027. Kemudian, produksi komersial berskala penuh di rencanakan mulai 2030.
Di sisi lain, keterlibatan EVE semakin memperlihatkan luasnya persaingan antarpemain industri baterai China. Banyak perusahaan kini melihat teknologi solid-state sebagai salah satu bidang strategis untuk pengembangan jangka panjang.
Produksi Massal Masih Membutuhkan Waktu
Walaupun banyak perusahaan menetapkan agenda pada 2027, konsumen tidak serta-merta akan menemukan baterai solid-state dalam jumlah besar pada tahun tersebut. Sebagian besar program masih berada pada tahapan awal penerapan.
Produsen harus menyelesaikan berbagai tantangan sebelum meningkatkan volume produksi. Pertama, teknologi perlu menunjukkan tingkat stabilitas yang memadai. Kemudian, sistem manufaktur harus mampu menghasilkan produk secara konsisten.
Selain itu, perusahaan perlu meningkatkan kapasitas fasilitas produksi. Pembuatan baterai dalam jumlah terbatas tentu memiliki tantangan berbeda di bandingkan produksi jutaan unit untuk kebutuhan pasar global.
Faktor biaya juga tidak dapat di abaikan. Jika ongkos manufaktur terlalu tinggi, penggunaan teknologi tersebut pada kendaraan massal akan sulit dilakukan.
Karena alasan itu, baterai yang memakai teknologi konvensional kemungkinan masih memiliki peran besar dalam industri kendaraan listrik selama beberapa tahun ke depan.
Tahun 2027 Bisa Menjadi Tahap Pembuktian
Rencana berbagai perusahaan menunjukkan bahwa 2027 berpotensi menjadi periode pembuktian bagi teknologi solid-state di China. Fokus utama bukan sekadar mengejar produksi dalam jumlah besar, melainkan memastikan teknologi dapat bekerja dengan baik pada penggunaan sebenarnya.
Melalui pengujian kendaraan, produsen bisa memperoleh informasi mengenai performa, daya tahan, keamanan, serta efisiensi baterai. Data tersebut selanjutnya dapat di gunakan untuk memperbaiki teknologi sebelum memasuki fase industrialisasi.
Pada saat yang sama, persaingan antarpabrikan berpotensi mempercepat inovasi. Setiap perusahaan memiliki target serta pendekatan berbeda dalam meningkatkan kepadatan energi, menekan biaya, dan menyempurnakan proses manufaktur.
Oleh karena itu, 2027 dapat menjadi salah satu titik penting untuk melihat arah perkembangan baterai kendaraan listrik di China. Meski belum menggantikan teknologi lithium-ion secara langsung, solid-state mulai bergerak lebih dekat menuju pengujian dalam kondisi nyata.
Jika seluruh proses berlangsung sesuai target, hasil validasi tersebut dapat menentukan langkah berikutnya menuju komersialisasi. Dengan demikian, perkembangan sepanjang 2027 akan memberikan gambaran mengenai seberapa cepat teknologi solid-state dapat memasuki produksi berskala besar pada dekade mendatang.