Vertigo Saat Puasa – sering muncul pada awal bulan puasa, terutama bagi mereka yang baru menyesuaikan diri dengan perubahan pola hidup. Penderita biasanya mengalami sensasi pusing berputar secara tiba-tiba, kepala ringan, dan kesulitan menjaga keseimbangan. Gejala lain yang kerap menyertai termasuk mual, lemas, dan ketidaknyamanan umum pada tubuh.
Menurut dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, vertigo merupakan gangguan yang berhubungan dengan sistem keseimbangan tubuh. Dalam sebuah sesi Halodoc Talks di Jakarta Pusat (21/1/2026), ia menjelaskan, “Vertigo muncul karena adanya gangguan pada keseimbangan tubuh, sehingga penderitanya merasa kepala berputar secara mendadak.” Perubahan gaya hidup saat Ramadan, terutama terkait pola tidur dan asupan cairan, menjadi pemicu utama kondisi ini.
Dampak Perubahan Pola Tidur Saat Puasa
Salah satu faktor utama yang memicu vertigo selama puasa adalah perubahan jadwal tidur. Banyak orang harus bangun dini hari untuk sahur, sehingga ritme tidur alami terganggu. Kurang tidur membuat tubuh cepat lelah dan memengaruhi kestabilan sistem saraf, yang berperan dalam menjaga keseimbangan.
Dr. Irwan menambahkan, “Bangun di jam-jam yang tidak biasa, seperti pukul dua atau tiga dini hari, terutama bagi ibu-ibu yang menyiapkan sahur, dapat memengaruhi keseimbangan tubuh.” Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola tidur baru, dan selama proses adaptasi ini risiko vertigo meningkat.

Ilustrasi vertigo kambuh saat tidur(Neuroworks)
Pentingnya Asupan Cairan dan Elektrolit
Selain pola tidur, hidrasi tubuh dan keseimbangan elektrolit sangat penting untuk mencegah vertigo. Ketika asupan cairan dan elektrolit berkurang, sistem vestibular di telinga bagian dalam yang mengatur keseimbangan dapat terganggu, memicu sensasi pusing berputar khas vertigo.
Dr. Irwan menjelaskan, “Jika asupan minum dan elektrolit tidak terjaga, pusat keseimbangan di telinga kanan-kiri akan terganggu, sehingga tubuh kesulitan menjaga stabilitas.” Oleh karena itu, menjaga cairan tubuh dan nutrisi selama puasa menjadi langkah penting untuk mencegah keluhan vertigo.
Bangun Tidur dengan Perlahan
Perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat saat bangun tidur, misalnya ketika sahur, juga meningkatkan risiko vertigo. Bangun secara tiba-tiba dapat menurunkan tekanan darah secara mendadak, menyebabkan pusing bahkan risiko jatuh.
“Bangun tidur sebaiknya dilakukan perlahan, jangan mendadak,” saran dr. Irwan. Cara ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan tekanan darah dan menjaga keseimbangan sistem saraf.
Pengaruh Dehidrasi dan Konsumsi Kafein
Hidrasi tubuh berperan besar dalam mencegah vertigo. Dr. Irwan menekankan agar asupan cairan dan makanan kaya elektrolit tetap diperhatikan selama puasa. Selain itu, konsumsi kopi dan teh harus bijak karena sifat diuretiknya dapat meningkatkan kehilangan cairan.
“Jika sering minum kopi, tubuh bisa lebih cepat dehidrasi,” jelas dr. Irwan. Kafein tidak hanya memengaruhi kadar cairan tubuh, tetapi juga kualitas tidur, sehingga risiko vertigo semakin meningkat.
Hubungan Vertigo dan Keluhan Lambung
Faktor pemicu vertigo, seperti dehidrasi, kurang tidur, dan stres, juga dapat memicu keluhan lambung, termasuk maag. Oleh sebab itu, tidak jarang seseorang mengalami vertigo bersamaan dengan gangguan lambung saat berpuasa.
Dr. Irwan menekankan pentingnya menjaga pola hidup, hidrasi, elektrolit, dan tidur yang cukup agar tubuh dapat beradaptasi dengan perubahan aktivitas selama Ramadan. Langkah-langkah ini dapat menekan risiko vertigo sekaligus menjaga kesehatan secara keseluruhan.