Liburan ke Eropa sering kali di persepsikan sebagai perjalanan panjang yang membutuhkan persiapan ekstra, termasuk dalam hal berkemas. Banyak wisatawan merasa perlu membawa berbagai barang dari rumah demi mengantisipasi segala kemungkinan selama perjalanan. Namun, pendekatan tersebut justru kerap menimbulkan masalah baru, seperti koper yang terlalu berat, mobilitas yang terbatas, hingga ketidaknyamanan saat berpindah kota.
Prinsip perjalanan modern menekankan pentingnya efisiensi dan kepraktisan. Berkemas secara cerdas tidak hanya membuat perjalanan lebih ringan, tetapi juga membantu wisatawan menikmati pengalaman dengan lebih maksimal. Sejumlah pakar perjalanan menyarankan agar wisatawan lebih selektif dalam memilih barang bawaan, khususnya ketika bepergian ke negara-negara Eropa yang terkenal dengan sistem transportasi umum dan budaya berjalan kaki. Berikut adalah lima jenis barang yang sebaiknya tidak di bawa saat liburan ke Eropa.
Sepatu Hak Tinggi dan Alas Kaki Tidak Nyaman
Sebagian besar kota di Eropa di rancang untuk pejalan kaki. Jalanan berbatu, trotoar sempit, tangga tua, hingga area bersejarah yang luas menuntut wisatawan untuk berjalan dalam jarak yang cukup panjang setiap harinya. Dalam kondisi tersebut, sepatu hak tinggi atau alas kaki yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan cedera.
Selain berisiko pada kesehatan kaki dan pergelangan, sepatu jenis ini juga kurang praktis untuk penggunaan harian selama perjalanan. Sebagai alternatif, sepatu dengan bantalan empuk, sol fleksibel, dan desain ringan jauh lebih di sarankan. Pilihan alas kaki yang tepat akan mendukung mobilitas sekaligus menjaga stamina selama berwisata.

Ilustrasi Gen Z traveling di Eropa.
Makanan Ringan dari Rumah Tanpa Kebutuhan Khusus
Membawa makanan ringan dari rumah sering di anggap sebagai cara untuk berhemat. Namun, di Eropa, kebiasaan ini justru kurang relevan. Hampir setiap kota memiliki akses mudah ke supermarket, toko roti, kafe, dan kios makanan dengan harga yang relatif terjangkau serta kualitas yang baik.
Selain itu, membawa makanan dari luar negeri juga berisiko terkena pembatasan bea cukai di bandara. Kecuali bagi wisatawan dengan kebutuhan diet khusus atau alergi tertentu, membawa camilan dari rumah bukanlah keharusan. Menjelajahi makanan lokal justru dapat menjadi bagian dari pengalaman budaya yang memperkaya perjalanan.
Barang yang Menarik Perhatian Pencopet
Keamanan menjadi aspek penting dalam perjalanan, terutama di kota-kota wisata yang ramai. Pencopetan masih menjadi risiko yang perlu di waspadai di beberapa destinasi populer Eropa. Oleh karena itu, membawa barang-barang mencolok seperti tas terbuka, perhiasan berlebihan, atau aksesori yang terlalu menonjol sebaiknya di hindari.
Tas tanpa penutup yang aman dapat memudahkan pelaku kejahatan untuk beraksi. Selain itu, penampilan yang terlalu mencolok juga bisa membuat wisatawan mudah di kenali sebagai turis. Pilihan terbaik adalah menggunakan tas dengan resleting, desain sederhana, dan di kenakan sedekat mungkin dengan tubuh.
Terlalu Banyak Adaptor dan Perangkat Elektronik
Kemajuan teknologi membuat banyak perangkat elektronik modern sudah mendukung berbagai jenis tegangan listrik. Namun, masih banyak wisatawan yang membawa terlalu banyak adaptor atau perangkat tambahan yang sebenarnya tidak di perlukan. Hal ini hanya akan menambah beban koper dan menyulitkan pengaturan barang.
Satu adaptor universal umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya ponsel, kamera, atau laptop. Selain itu, beberapa perangkat rumah tangga seperti steamer pakaian sering kali tidak kompatibel dengan sistem listrik Eropa, sehingga berisiko rusak atau tidak dapat digunakan sama sekali.
Uang Tunai Berlebihan dan Mata Uang Asing Non-Lokal
Negara-negara Eropa kini sangat mendukung transaksi non-tunai. Kartu debit, kartu kredit, dan pembayaran digital telah menjadi metode utama dalam berbagai aktivitas, mulai dari transportasi hingga belanja harian. Membawa uang tunai dalam jumlah besar tidak hanya tidak praktis, tetapi juga meningkatkan risiko kehilangan.
Mata uang asing seperti dolar Amerika Serikat juga jarang digunakan dalam transaksi sehari-hari. Wisatawan disarankan untuk membawa uang tunai secukupnya dalam pecahan kecil, sementara sebagian besar pembayaran dapat dilakukan dengan kartu yang diterima secara internasional. Pendekatan ini dinilai lebih aman dan efisien selama perjalanan.