Mantan juara dunia kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC). Khabib Nurmagomedov, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pandangan kritis mengenai praktik promosi dalam dunia seni bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA). Dalam sebuah forum olahraga internasional yang di gelar di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Khabib mengungkapkan pandangannya secara terbuka mengenai cara promotor besar di Amerika Serikat memperlakukan para petarung.
Pernyataan tersebut menuai perhatian karena datang dari sosok yang di kenal memiliki reputasi profesional, di siplin tinggi. Serta menjunjung nilai sportivitas selama kariernya sebagai atlet. Khabib menilai bahwa terdapat kecenderungan promotor MMA, termasuk UFC, lebih memprioritaskan aspek hiburan di bandingkan nilai olahraga itu sendiri.
Dunia MMA dan Dominasi Unsur Hiburan
Menurut Khabib Nurmagomedov, industri MMA modern—khususnya di Amerika Serikat—mengalami pergeseran orientasi. Pertarungan tidak lagi semata-mata di nilai dari kemampuan teknis, strategi, dan prestasi atlet di dalam oktagon. Tetapi juga dari seberapa menarik petarung tersebut dalam membangun narasi hiburan di luar arena.
Salah satu contoh yang di sorot adalah budaya trash talk. Dalam konteks MMA, trash talk merujuk pada tindakan saling mengejek, merendahkan lawan. Atau memprovokasi melalui ucapan kontroversial demi menarik perhatian publik. Praktik ini di anggap efektif secara komersial karena mampu meningkatkan penjualan tiket, rating siaran, serta minat penonton global.
Namun, Khabib menilai bahwa tidak semua petarung nyaman atau cocok dengan pendekatan tersebut. Banyak atlet yang lebih memilih fokus pada latihan, performa, dan kemenangan tanpa harus membangun sensasi verbal yang berlebihan.

Mantan juara kelas ringan, Khabib Nurmagomedov membeberkan salah satu kebusukan UFC yakni suka memecat petarung MMA yang ‘berkelakuan baik.
Petarung “Pendiam” dan Tantangan Mendapat Kesempatan
Dalam pernyataannya, Khabib menyampaikan rasa prihatin terhadap para petarung yang memiliki etos kerja tinggi tetapi tidak gemar berbicara di depan kamera. Ia menyebut bahwa banyak atlet berbakat yang “lapar akan kemenangan” namun kurang mendapatkan perhatian karena tidak menampilkan karakter provokatif.
Menurutnya, promotor besar cenderung memberikan peluang lebih luas kepada petarung yang mampu menciptakan konflik verbal. Meskipun kemampuan bertanding mereka tidak selalu lebih unggul. Hal ini berpotensi menciptakan ketimpangan kesempatan dan menurunkan esensi MMA sebagai olahraga kompetitif.
Khabib menegaskan bahwa banyak petarung sejati hanya ingin masuk ke arena. Mengalahkan lawan dengan kemampuan terbaik, lalu mendapatkan imbalan yang layak. Sayangnya, tipe atlet seperti ini sering kali kurang di minati oleh promotor yang mengutamakan nilai hiburan.
MMA sebagai Olahraga, Bukan Sekadar Bisnis
Khabib juga menyoroti dilema antara bisnis dan olahraga dalam industri MMA. Ia mengakui bahwa promosi pertarungan merupakan bagian dari industri hiburan yang bertujuan meraih keuntungan. Namun, menurutnya, aspek bisnis seharusnya tidak mengorbankan nilai-nilai dasar olahraga.
Ia menekankan bahwa pada akhirnya, MMA adalah pertarungan satu lawan satu di dalam arena. Tidak ada kata-kata, ejekan, atau drama yang menentukan hasil akhir selain kemampuan fisik, mental, dan teknik masing-masing petarung.
Bagi Khabib, keindahan MMA justru terletak pada kesederhanaannya sebagai olahraga kompetitif: dua atlet terbaik bertemu, dan hasilnya di tentukan secara objektif di dalam oktagon.
Respons Publik dan Sikap UFC
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak UFC terkait kritik yang di sampaikan oleh Khabib Nurmagomedov. Meski demikian, pandangan Khabib menambah diskursus global mengenai arah perkembangan MMA modern dan bagaimana keseimbangan antara hiburan dan sportivitas seharusnya di jaga.
Sebagai figur yang di hormati di dunia MMA, suara Khabib memiliki pengaruh besar, terutama bagi generasi petarung muda yang tengah berjuang meniti karier profesional. Kritik ini sekaligus membuka ruang refleksi bagi promotor, atlet, dan penggemar tentang identitas sejati MMA di masa depan.