Jabatan Pendidikan Negeri Pulau Pinang (JPNPP) menyatakan sekolah dapat beralih ke sistem pembelajaran dan pengajaran dari rumah atau PdPR ketika Indeks Pencemaran Udara (API) menyentuh angka 200. Dalam klasifikasi kualitas udara Malaysia, level tersebut menunjukkan kondisi udara yang sudah berada pada kategori sangat tidak sehat.
Langkah tersebut di siapkan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan siswa di tengah ancaman kabut asap.
JPNPP Siapkan Antisipasi Kabut Asap di Sekolah
Direktur JPNPP Mohamad Dziauddin Mat Saad menjelaskan bahwa penanganan kegiatan sekolah selama kabut asap mengikuti pedoman yang telah di tetapkan Kementerian Pendidikan Malaysia.
Pedoman tersebut di susun melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Malaysia serta lembaga nasional yang menangani penanggulangan bencana. Dengan panduan itu, pihak pendidikan dapat mengambil keputusan berdasarkan perkembangan kualitas udara di masing-masing wilayah.
JPNPP juga tidak ingin menunggu kondisi mencapai titik terburuk sebelum menyampaikan keputusan kepada sekolah. Pemantauan dilakukan secara berkala sehingga pemberitahuan mengenai penghentian sementara kegiatan tatap muka maupun penerapan PdPR dapat di berikan lebih awal.
Langkah tersebut di harapkan memberikan waktu yang cukup bagi sekolah, tenaga pendidik, siswa, serta orangtua untuk melakukan persiapan.
Empat Stasiun Pantau Kualitas Udara Penang
Untuk mengetahui perkembangan pencemaran udara, JPNPP mengandalkan data dari empat stasiun pemantauan yang tersebar di Penang. Lokasinya berada di Minden, Balik Pulau, Seberang Jaya, serta Perai.
Data kualitas udara biasanya menjadi perhatian pada sore hingga malam hari. Hasil pemantauan tersebut kemudian di gunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan kebijakan kegiatan sekolah pada hari berikutnya.
Selain mengandalkan stasiun pemantauan, JPNPP telah mengoperasikan pusat pemantauan khusus atau war room sejak 13 Agustus 2026. Tim tersebut bertugas mengikuti perubahan kondisi kabut asap sekaligus perkembangan API secara berkala.
Informasi yang di peroleh kemudian di sampaikan melalui kantor pendidikan distrik sebelum di teruskan kepada sekolah.
Orangtua pun di minta tetap mengikuti informasi resmi dan tidak panik menghadapi perkembangan situasi. Otoritas pendidikan menegaskan bahwa keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan pelajar tetap menjadi pertimbangan utama.
Siswa yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan juga perlu mendapatkan perhatian lebih. Karena itu, sekolah bersama orangtua di dorong melakukan persiapan sejak dini apabila kualitas udara menunjukkan penurunan.

Ilustrasi Penang Hill di Penang, Malaysia.
Karhutla di Kalimantan Jadi Perhatian
Persoalan kabut asap di Malaysia muncul ketika kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di beberapa wilayah Kalimantan, Indonesia.
Pemerintah Indonesia sebelumnya memberikan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang konsesi kehutanan. Langkah tersebut dilakukan setelah pemeriksaan menemukan area terbakar dengan luas lebih dari 1.500 hektare di wilayah pengelolaan perusahaan terkait.
Enam perusahaan tersebut memiliki wilayah konsesi yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Timur.
Sementara itu, pemantauan melalui satelit juga menunjukkan masih banyak titik panas di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data hingga malam 25 Agustus 2026, sebanyak 341 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di empat provinsi.
Kalimantan Barat mencatat 129 titik, sedangkan Kalimantan Timur memiliki 107 titik. Selanjutnya, 85 titik terdeteksi di Kalimantan Tengah dan 20 titik lainnya berada di Kalimantan Selatan.
Selain titik panas berkepercayaan tinggi, terdapat pula 641 titik dengan kategori kepercayaan menengah yang tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Puluhan Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman
Berbagai upaya dilakukan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pengendalian karhutla. Salah satunya melalui operasi pemadaman dari udara di kawasan yang sulit di jangkau melalui jalur darat.
Sebanyak 36 helikopter yang tercatat di luar negeri telah memperoleh izin untuk di kerahkan dalam operasi tersebut. Di sisi lain, izin khusus juga di berikan kepada 11 operator penerbangan dalam negeri guna mendukung penanganan kebakaran melalui udara.
Dampak kebakaran di Kalimantan sebelumnya juga di laporkan mulai dirasakan di Sabah, Malaysia, terutama berkaitan dengan penurunan kualitas udara.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan karhutla berpotensi memberikan dampak yang lebih luas. Asap dari kawasan kebakaran dapat bergerak mengikuti kondisi atmosfer sehingga pencemaran udara tidak selalu terbatas pada daerah tempat kebakaran terjadi.
Agenda Sekolah dan Olahraga di Penang Terancam Kabut Asap
Ancaman kualitas udara buruk tidak hanya memengaruhi kegiatan belajar mengajar. Sejumlah agenda olahraga dan kepanduan yang akan berlangsung di Penang juga mulai mendapatkan perhatian.
JPNPP telah menyiapkan rencana kontingensi untuk Kejuaraan Sepak Bola Majelis Sukan Sekolah Malaysia (MSSM) serta Jambore Pramuka Malaysia ke-15 atau MYJAM15. Kedua agenda tersebut di jadwalkan mulai berlangsung pada 28 Agustus 2026.
Untuk kompetisi sepak bola, jadwal pertandingan dapat di sesuaikan berdasarkan perkembangan API. Apabila kondisi udara pada pagi hari di nilai lebih baik, pertandingan berpeluang di pindahkan ke waktu tersebut demi mengurangi risiko terhadap peserta.
Sementara itu, langkah antisipasi juga di siapkan untuk MYJAM15. Penyelenggara telah membentuk ruang operasi khusus guna mengikuti perkembangan kabut asap sekaligus mengambil tindakan apabila kualitas udara memburuk selama kegiatan.
Jambore tersebut di jadwalkan resmi di buka oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada 29 Agustus 2026. Kegiatan berskala internasional itu akan menghadirkan lebih dari 5.000 anggota pramuka Malaysia.
Selain peserta domestik, lebih dari 450 peserta internasional dari 11 negara di jadwalkan ikut ambil bagian. Beberapa negara yang mengirimkan peserta antara lain Indonesia, Korea Selatan, Singapura, dan Sri Lanka.
Dengan kondisi kabut asap yang masih dinamis, pemantauan kualitas udara menjadi faktor penting menjelang pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut. Otoritas Penang pun terus menyiapkan skenario penyesuaian agar aktivitas pendidikan, olahraga, dan kepanduan tetap mempertimbangkan kesehatan serta keselamatan seluruh peserta.