Cesc Fabregas Como – Menjelang pertandingan penting Liga Italia melawan Pisa, klub Como 1907 tengah di selimuti suasana duka. Hal ini terjadi setelah wafatnya pemilik klub, Michael Bambang Hartono, yang meninggal dunia di Singapura pada Kamis, 19 Maret 2026. Kepergian sosok penting ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi seluruh elemen klub, termasuk pelatih Como, Cesc Fabregas.
Pertandingan antara Como melawan Pisa di jadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu, 22 Maret 2026 pukul 18.30 WIB. Laga tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi biasa, tetapi juga momentum penghormatan bagi mendiang Michael Bambang Hartono yang memiliki peran besar dalam kebangkitan Como.
Peran Besar Michael Bambang Hartono dalam Transformasi Como
Michael Bambang Hartono di kenal sebagai sosok kunci di balik perubahan drastis Como 1907 dalam beberapa tahun terakhir. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia mengakuisisi klub melalui Grup Djarum pada 4 April 2019. Saat itu, Como masih berada di kasta keempat sepak bola Italia, yakni Serie D.
Namun dalam kurun waktu hanya lima tahun, Como berhasil naik secara bertahap hingga akhirnya promosi ke Serie A pada musim 2024-2025. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan investasi jangka panjang yang di lakukan oleh Hartono bersaudara.
Kini, Como tidak hanya bertahan di kasta tertinggi, tetapi juga bersaing di papan atas klasemen. Hingga pekan ke-29 Liga Italia musim 2025-2026, Como berada di posisi keempat dengan raihan 54 poin. Posisi ini membuka peluang besar bagi klub untuk tampil di kompetisi Liga Champions musim depan.
Cesc Fabregas: Kehilangan Sosok Penting bagi Klub
Pelatih Como, Cesc Fabregas, secara terbuka menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya Michael Bambang Hartono. Dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Pisa, ia mengungkapkan bahwa klub telah kehilangan figur yang sangat berpengaruh.
Fabregas menyebut bahwa meskipun dirinya tidak memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan almarhum, ia tetap memahami betapa besar kontribusi yang telah di berikan kepada klub dan kota Como. Ia juga mengakui bahwa keluarga Hartono memiliki peran penting dalam perkembangan tim hingga mencapai posisi saat ini.
Menurutnya, dedikasi yang di berikan oleh Michael Bambang Hartono bukan hanya berdampak pada klub, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi komunitas dan masyarakat sekitar.

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, saat menangani kubu milik Grup Djarum asal Indonesia tersebut di ajang Liga Italia 2025-2026.
Laga Kontra Pisa Jadi Ajang Penghormatan
Pertandingan melawan Pisa menjadi momen spesial bagi Como untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemilik klub. Kemenangan dalam laga ini di harapkan menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi besar yang telah di berikan oleh Michael Bambang Hartono.
Namun demikian, Fabregas menegaskan bahwa timnya tidak boleh meremehkan Pisa. Meski lawan berada di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-19, mereka tetap memiliki potensi untuk memberikan perlawanan sengit.
Fabregas menyoroti performa Pisa yang tetap menunjukkan semangat juang tinggi, bahkan saat bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit dalam pertandingan sebelumnya. Hal ini menjadi alasan bagi Como untuk tetap fokus dan waspada.
Ia menekankan pentingnya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi, mentalitas kuat, serta keinginan besar untuk meraih kemenangan. Kombinasi kualitas permainan dan semangat juang dianggap menjadi kunci utama dalam menghadapi laga tersebut.
Harapan dan Motivasi Como ke Depan
Kepergian Michael Bambang Hartono tentu menjadi kehilangan besar bagi Como 1907. Namun, warisan yang ditinggalkannya berupa fondasi klub yang kuat di harapkan dapat terus di lanjutkan.
Dengan posisi yang kompetitif di klasemen dan peluang menuju Liga Champions, Como memiliki motivasi tambahan untuk terus berkembang. Tim asuhan Cesc Fabregas di harapkan mampu menjaga konsistensi performa hingga akhir musim.
Laga melawan Pisa pun bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan simbol semangat dan dedikasi untuk menghormati sosok yang telah membawa Como ke level tertinggi sepak bola Italia.