Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H – Belakangan ini, media sosial ramai dengan informasi yang menyebut bahwa sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah akan di majukan. Pesan berantai yang beredar menyatakan bahwa fase new moon (ijtimak) di perkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB, sehingga hilal kemungkinan terlihat pada siang hari. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa 1 Syawal 1447 H kemungkinan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, dan sidang isbat pemerintah di kabarkan di majukan dari pukul 16.00 menjadi pukul 13.00 pada hari yang sama.

Namun, informasi ini tidak sesuai dengan jadwal resmi pemerintah.

Penegasan Kementerian Agama

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H tetap berlangsung sesuai jadwal resmi di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat. Ia menekankan bahwa pemantauan hilal di lakukan saat Maghrib, dan sidang isbat baru bisa di lakukan setelah itu.

Pernyataan senada datang dari Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin. Ia memastikan bahwa kabar mengenai perubahan waktu sidang adalah hoaks. “Sidang isbat menunggu hasil rukyat setelah Maghrib. Tidak mungkin di laksanakan siang hari,” tegasnya.

Rangkaian Agenda Sidang Isbat 19 Maret 2026

Kemenag telah menetapkan jadwal sidang isbat 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan agenda sebagai berikut:

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis. Acara ini terbuka untuk umum dan di siarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Kemenag serta media sosial Bimas Islam.

  • Pukul 18.45 WIB: Sidang isbat tertutup. Hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi di Indonesia di bahas dan di bandingkan dengan data hisab.

  • Pukul 19.25 WIB: Konferensi pers pengumuman. Menteri Agama RI akan menyampaikan hasil penetapan 1 Syawal 1447 H kepada masyarakat melalui siaran langsung televisi nasional dan platform digital resmi pemerintah.

Dengan jadwal ini, masyarakat dapat mengikuti informasi resmi dan menghindari kabar yang tidak akurat.

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Sidang Isbat. Ramai soal Pesan Berantai Sidang Isbat Dimajukan ke Pukul 13.00 WIB, Ini Kata Kemenag.

Titik Pemantauan Hilal dan Metode Penetapan

Untuk memastikan keakuratan data, Kemenag melakukan pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia. Terdapat laporan 33 titik pemantauan, tersebar hampir di seluruh provinsi, kecuali Bali karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Sumber lain menyebut jumlah lokasi pemantauan bisa mencapai 117 titik.

Dalam menentukan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan dua metode utama:

  1. Hisab: Perhitungan matematis-astronomis.

  2. Rukyat: Pengamatan langsung hilal di lapangan.

Metode ini merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2026. Sidang isbat juga melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli dari BMKG, BRIN, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Kesimpulan

Berdasarkan informasi resmi Kemenag dan pakar astronomi, kabar mengenai sidang isbat yang di majukan adalah tidak benar. Sidang isbat 1 Syawal 1447 H tetap di lakukan setelah Maghrib pada Kamis, 19 Maret 2026, sesuai jadwal resmi.

Masyarakat di himbau untuk mengacu pada informasi resmi pemerintah dan tidak menyebarkan pesan berantai yang belum diverifikasi. Sehingga dengan mengikuti mekanisme hisab dan rukyat yang sudah baku, perayaan Idul Fitri 1447 H dapat berjalan serentak dan sesuai keputusan pemerintah.