Kontrak Vinicius Junior – Manajemen Real Madrid bergerak cepat dalam menjaga stabilitas tim setelah mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama Xabi Alonso. Salah satu langkah prioritas yang langsung di lakukan adalah membuka kembali pembicaraan kontrak dengan bintang muda mereka, Vinicius Junior, yang sebelumnya sempat tertunda.

Keputusan berpisah dengan Alonso di ambil menyusul kekalahan Real Madrid dari rival abadinya, Barcelona, pada partai final Piala Super Spanyol 2026. Pertandingan yang berlangsung pada Senin dini hari WIB tersebut menjadi titik balik yang memicu reaksi keras dari manajemen klub berjuluk Los Blancos.

Namun demikian, langkah ini memunculkan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola. Banyak pihak menilai pemecatan Alonso terkesan terburu-buru. Mengingat sang pelatih baru menangani tim sejak musim panas 2025 dan membawa visi jangka panjang untuk merombak kultur internal klub.

Evaluasi Singkat Kinerja Xabi Alonso di Santiago Bernabeu

Secara statistik, performa Alonso bersama Real Madrid sebenarnya tergolong positif. Dalam kurun waktu sekitar setengah musim, pelatih asal Spanyol tersebut mencatatkan rasio kemenangan mencapai 71 persen. Bahkan sebelum kekalahan dari Barcelona, Madrid tengah berada dalam tren lima kemenangan beruntun di berbagai kompetisi.

Alonso datang dengan pendekatan taktis yang di siplin dan detail, berbeda dengan gaya kepemimpinan pelatih sebelumnya. Ia berupaya membangun struktur permainan yang lebih kolektif serta menanamkan etos kerja tinggi di setiap sesi latihan. Sayangnya, pendekatan ini justru menimbulkan gesekan di dalam ruang ganti.

Kontrak Vinicius Junior

Perpanjangan Kontrak Vinicius Dikebut Usai Kepergian Xabi Alonso.

Dinamika Ruang Ganti dan Ketegangan dengan Pemain Bintang

Salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan manajemen adalah kondisi internal tim. Beredar kabar bahwa metode latihan Alonso yang intens dan instruksi teknis yang sangat rinci membuat sejumlah pemain inti merasa terbebani. Atmosfer ruang ganti pun di sebut tidak lagi seharmonis sebelumnya.

Beberapa pemain di kabarkan merasa kehilangan kebebasan berekspresi di lapangan. Jika pada era sebelumnya para pemain di beri ruang lebih luas untuk berimprovisasi, di bawah Alonso setiap pergerakan di tuntut mengikuti skema yang telah di tentukan. Situasi ini memicu ketegangan. Terutama dengan pemain-pemain yang terbiasa bermain lepas.

Konflik Vinicius Junior dan Dampaknya pada Negosiasi Kontrak

Nama Vinicius Junior menjadi sorotan utama dalam dinamika tersebut. Hubungannya dengan Alonso di laporkan memburuk sejak laga El Clasico pada Oktober 2025. Pada pertandingan tersebut, Vinicius terlihat kecewa saat di tarik keluar di babak kedua, sebuah keputusan yang memicu ketidakpuasan terbuka dari sang pemain.

Situasi ini berdampak langsung pada masa depannya di klub. Vinicius di sebut enggan membahas perpanjangan kontrak selama Alonso masih berada di kursi pelatih. Akibatnya, negosiasi yang sempat berjalan positif akhirnya terhenti dan menimbulkan spekulasi luas mengenai kemungkinan kepergiannya dari Santiago Bernabeu.

Real Madrid Optimistis Amankan Masa Depan Vinicius

Setelah kepergian Alonso, manajemen Real Madrid segera membuka kembali pembicaraan dengan pihak Vinicius. Media Spanyol, Carrusel Deportivo, melaporkan bahwa klub kini optimistis dapat mencapai kesepakatan baru dengan winger asal Brasil tersebut.

Vinicius di sebut mengajukan permintaan kontrak bernilai besar. Perwakilannya di kabarkan menginginkan gaji hingga 30 juta euro per musim, yang berpotensi menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi di skuad saat ini. Jika terealisasi, nilai tersebut akan menempatkannya sebagai pemain dengan gaji tertinggi kedua dalam sejarah klub, tepat di bawah legenda Cristiano Ronaldo.

Ancaman Klub Arab Saudi dan Sikap Tegas Madrid

Sebelumnya, Vinicius juga santer dikaitkan dengan minat serius dari klub-klub Arab Saudi yang siap menawarkan kontrak fantastis. Meski demikian, Real Madrid menegaskan keinginannya untuk mempertahankan pemain yang direkrut dari Flamengo tersebut sebagai bagian utama proyek jangka panjang klub.

Bagi Real Madrid, mengamankan Vinicius bukan sekadar soal mempertahankan pemain bintang, melainkan juga menjaga identitas dan daya saing tim di level tertinggi Eropa. Dengan usia yang masih muda dan peran krusial di lini serang, Vinicius dipandang sebagai simbol masa depan Los Blancos.