Chelsea mulai memberi sinyal perubahan sikap terhadap sejumlah pemain yang sebelumnya terpinggirkan dari skuad utama. Dua nama yang kini kembali mencuat ke permukaan adalah Raheem Sterling. Keduanya berpotensi keluar dari status pemain terisolasi setelah hadirnya pelatih anyar The Blues, Liam Rosenior, yang menegaskan akan membuka dialog langsung dengan mereka.

Langkah ini menandai pendekatan berbeda dari manajemen sebelumnya. Chelsea di sebut ingin mengevaluasi ulang kondisi internal tim, khususnya terkait pemain yang sempat di keluarkan dari rencana utama klub pada musim panas lalu.

Status Terpisah dari Skuad Utama

Sterling saat ini berada dalam situasi yang tidak lazim bagi pemain profesional. Meski masih terikat kontrak resmi dengan klub, keduanya menjalani sesi latihan secara terpisah dari skuad utama, baik dari segi waktu maupun lokasi latihan. Kebijakan ini telah berlangsung sejak bursa transfer musim panas, ketika Chelsea memasukkan nama mereka ke dalam daftar jual.

Keputusan tersebut praktis menutup peluang keduanya untuk tampil reguler bersama tim utama. Kondisi ini memicu spekulasi luas mengenai masa depan mereka, sekaligus memunculkan kritik terhadap manajemen skuad Chelsea yang di nilai terlalu gemuk.

Pendekatan Baru Liam Rosenior

Sebagai pelatih kepala baru, Rosenior menegaskan bahwa komunikasi menjadi prioritas awal dalam kepemimpinannya. Ia menyatakan keinginannya untuk mendengar langsung pandangan para pemain sebelum mengambil keputusan strategis lebih lanjut.

Menurut Rosenior, Januari merupakan momen krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia mengaku memiliki respek besar terhadap kualitas dan pengalaman Sterling, sekaligus menilai sebagai pemain bertalenta yang telah lama ia kagumi. Pendekatan dialogis ini menjadi sinyal bahwa Chelsea tidak menutup pintu sepenuhnya bagi kedua pemain tersebut.

Chelsea

Rosenior berencana untuk lama bertahan di Chelsea karena Arsenal mengintai.

Raheem Sterling di Persimpangan Karier

Situasi Sterling menjadi sorotan utama. Winger berusia 30 tahun itu telah tersisih dari skuad senior sejak musim panas, setelah di nyatakan tidak masuk dalam rencana pelatih sebelumnya. Padahal, Sterling masih memiliki sisa kontrak dua tahun dengan nilai gaji yang tergolong sangat tinggi.

Kariernya bersama Chelsea memang mengalami penurunan signifikan. Setelah sempat di pinjamkan ke Arsenal pada musim lalu, kontribusinya di nilai belum memenuhi ekspektasi. Dari puluhan penampilan di berbagai kompetisi, jumlah starter dan torehan golnya tergolong minim untuk pemain dengan reputasi sekelas Sterling.

Kondisi tersebut membuat masa depannya semakin tidak pasti. Meski sempat di minati sejumlah klub top Eropa dan tim papan atas Inggris, Sterling memilih menolak beberapa pendekatan. Faktor keluarga dan keinginannya untuk tetap berada di London menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan.

Axel Disasi dan Peluang Kedua

Berbeda dengan Sterling yang sarat pengalaman, Axel Disasi masih berada pada fase pengembangan karier. Statusnya sebagai pemain bertahan dengan kemampuan fisik dan taktik yang solid membuatnya sebenarnya memiliki nilai jual tinggi. Namun, kebijakan internal klub membuatnya ikut terpinggirkan.

Rencana Rosenior untuk berdialog dengan Disasi membuka peluang bagi sang pemain untuk kembali membuktikan kualitasnya. Jika mampu meyakinkan pelatih anyar, bukan tidak mungkin Disasi kembali masuk dalam rotasi tim utama Chelsea.

Masa Depan yang Masih Terbuka

Pendekatan baru yang di bawa Liam Rosenior memberikan harapan akan perubahan iklim di ruang ganti Chelsea. Alih-alih langsung melepas pemain yang tersisih, klub kini memilih jalur komunikasi dan evaluasi menyeluruh.

Bagi Sterling dan Disasi, dialog ini bisa menjadi titik balik. Entah berujung pada kebangkitan karier di Stamford Bridge atau jalan keluar yang lebih jelas pada bursa transfer, satu hal yang pasti: status “bomb squad” yang melekat pada mereka kini mulai di pertanyakan.