Juventus Como – Persaingan menuju zona Liga Champions dalam kompetisi Serie A musim 2025–2026 semakin memanas. Salah satu sorotan utama datang dari legenda Juventus, Marco Tardelli, yang mengingatkan mantan klubnya untuk lebih berhati-hati dalam menjaga peluang finis di empat besar. Hal ini tidak lepas dari munculnya Como sebagai pesaing baru yang tampil mengejutkan.
Dalam beberapa pekan terakhir, dinamika klasemen berubah cukup signifikan. Jika sebelumnya Juventus hanya bersaing ketat dengan AS Roma, kini posisi tersebut justru terancam oleh performa impresif Como. Klub yang di latih oleh Cesc Fabregas itu berhasil menembus empat besar, menggusur dua tim besar tersebut.
Perubahan Performa Juventus di Bawah Pelatih Baru
Menurut Tardelli, Juventus sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan positif setelah pergantian pelatih dari Igor Tudor ke Luciano Spalletti. Kehadiran Spalletti di nilai mampu memperbaiki kekompakan tim serta meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan.
Namun demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya cukup untuk mengamankan posisi di empat besar. Juventus masih kehilangan sejumlah poin penting dalam beberapa pertandingan, yang pada akhirnya di manfaatkan oleh tim pesaing seperti Como untuk mengambil alih posisi strategis di klasemen.
Kebangkitan Como sebagai Kuda Hitam
Performa Como menjadi salah satu fenomena menarik musim ini. Tim yang sebelumnya tidak terlalu di perhitungkan kini justru menunjukkan perkembangan signifikan. Di bawah arahan Fabregas, Como tampil konsisten dan mampu bersaing dengan klub-klub besar.
Tardelli menilai bahwa perkembangan pesat Como menjadi ancaman nyata bagi Juventus. Ia menegaskan bahwa tim tersebut tidak lagi bisa di anggap sebagai lawan yang mudah. Sebaliknya, Como kini memiliki potensi besar untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim 2026–2027.

Khephren Thuram (kanan) berebut bola dengan Jesus Rodriguez (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin.
Rekor Kemenangan Mengesankan Como
Salah satu faktor utama yang mendorong naiknya posisi Como adalah catatan kemenangan impresif dalam beberapa pertandingan terakhir. Dalam lima laga terakhir, Como berhasil meraih kemenangan beruntun, termasuk saat menghadapi Juventus dan AS Roma.
Dalam pertandingan melawan Juventus di kandang lawan, Como tampil dominan dan berhasil menang dengan skor meyakinkan 2-0. Gol kemenangan di cetak oleh Maxence Caqueret dan Mergim Vojvoda, yang menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan.
Sementara itu, dalam laga melawan AS Roma, Como kembali menunjukkan mentalitas kuat. Setelah sempat tertinggal akibat penalti Donyell Malen, mereka berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Gol balasan di cetak oleh Anastasios Douvikas dan Diego Carlos.
Tantangan Juventus Menuju Empat Besar
Melihat kondisi saat ini, Juventus menghadapi tantangan besar untuk kembali ke posisi empat besar klasemen. Konsistensi permainan menjadi kunci utama yang harus di perbaiki jika ingin mengamankan tiket Liga Champions.
Selain meningkatkan performa, Juventus juga perlu berharap pesaing seperti Como mengalami penurunan performa dalam beberapa pertandingan ke depan. Tanpa hal tersebut, peluang mereka untuk finis di zona Liga Champions akan semakin sulit.
Kesimpulan
Persaingan di papan atas Serie A musim ini menunjukkan dinamika yang tidak terduga. Kebangkitan Como sebagai pesaing baru memberikan warna tersendiri sekaligus meningkatkan intensitas kompetisi. Bagi Juventus, situasi ini menjadi peringatan penting untuk segera berbenah dan tampil lebih konsisten.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, setiap poin menjadi sangat berharga. Oleh karena itu, Juventus harus memaksimalkan setiap peluang yang ada jika ingin kembali berlaga di kompetisi elite Eropa musim depan.