Festival Masak Opor Ayam – Pada Minggu, 8 Maret 2026, Sasa mengadakan festival masak opor ayam yang unik dengan menghadirkan 1.447 porsi opor ayam. Untuk di nikmati masyarakat saat berbuka puasa. Acara ini berlangsung di Q-Big BSD City, Tangerang dan berhasil mencatatkan prestasi baru dengan memecahkan rekor MURI. Sekaligus menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi seluruh pengunjung.

Ribuan orang menghadiri festival ini, termasuk peserta dari berbagai komunitas, penggemar kuliner, hingga warga sekitar. Kehadiran berbagai kalangan ini menunjukkan bahwa kegiatan kuliner skala besar mampu menyatukan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Makna Jumlah Porsi 1.447

Angka 1.447 yang di pilih sebagai jumlah porsi memiliki makna khusus, yakni menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Menurut Nanda Rahmanu, Marketing Manager PT. Sasa Inti, jumlah tersebut bukan sekadar angka pencapaian rekor, melainkan simbol kebersamaan.

“Nasi tumpeng dan opor ayam sering menjadi hidangan khas Lebaran, dan dengan menghadirkan 1.447 porsi ini, kami ingin setiap pengunjung merasakan hangatnya momen berbuka bersama. Selain itu, mereka bisa mendapatkan inspirasi memasak opor ayam yang gurih dan creamy menggunakan Sasa Santan, hidangan favorit setiap Lebaran,” jelas Nanda dalam siaran pers resmi.

Festival Masak Opor Ayam

Ilustrasi opor ayam.

Konsistensi Rasa dan Kualitas Santan

Pengunjung festival memberikan tanggapan positif mengenai cita rasa opor ayam yang di sajikan. Opor ini memiliki rasa gurih dan creamy yang konsisten, membuktikan kualitas santan Sasa yang di gunakan dalam masakan.

Selain itu, selama sesi demonstrasi memasak, santan Sasa terbukti tidak mudah pecah, meskipun di masak dalam jumlah besar dan melalui proses pemanasan yang panjang. Santan tetap kental dan meresap sempurna ke dalam daging ayam, menghasilkan tekstur creamy yang optimal. Sehingga hal ini menjadi bukti bahwa produk Sasa dapat di andalkan untuk menyajikan hidangan berskala besar maupun masakan sehari-hari di rumah.

Praktis dan Memudahkan Persiapan Lebaran

Festival masak ini juga menekankan kemudahan dalam menyajikan opor ayam dalam jumlah besar. Menurut Nanda, acara ini memberikan inspirasi bagi para ibu dan keluarga untuk lebih percaya diri menyiapkan hidangan andalan Lebaran dengan cara yang praktis, tanpa mengorbankan rasa.

“Kualitas rasa opor tetap konsisten, gurih, dan creamy. Harapannya, momen silaturahmi bersama keluarga dan tamu menjadi lebih hangat dan menyenangkan,” tambahnya.

Dengan demikian, festival masak ini bukan hanya ajang hiburan. Tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai teknik memasak opor ayam skala besar serta keunggulan produk santan berkualitas.

Menjadi Inspirasi Tradisi Kuliner

Acara festival Sasa ini menegaskan bahwa masakan tradisional Indonesia, khususnya opor ayam, tetap relevan dan di minati. Sehingga dengan menggunakan bahan berkualitas seperti Sasa Santan, masyarakat dapat menyajikan hidangan khas Lebaran dengan rasa yang konsisten dan tekstur yang creamy.

Festival ini berhasil memadukan antara pencapaian rekor, edukasi kuliner, dan kebersamaan masyarakat dalam satu acara. Dengan menghadirkan ribuan porsi opor ayam, Sasa tidak hanya menciptakan momen berkesan. Tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga tradisi kuliner sambil tetap mempermudah persiapan hidangan spesial.