Mikroplastik telah lama menjadi perhatian para peneliti lingkungan. Namun, ancaman partikel plastik berukuran sangat kecil—kurang dari 5 milimeter—ternyata jauh lebih serius daripada yang di bayangkan. Ukurannya yang mikroskopis membuat mikroplastik sulit terdeteksi oleh mata telanjang, tetapi justru itulah yang menjadikannya berbahaya. Partikel ini dapat menyebar luas di lingkungan dan masuk ke dalam tubuh manusia tanpa di sadari, menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan.

Mikroplastik dan Dampaknya terhadap Tubuh Manusia

Salah satu isu paling mengkhawatirkan dari mikroplastik adalah hubungannya dengan kesehatan manusia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya melewati tubuh, tetapi dapat terakumulasi di jaringan organ. Studi yang di publikasikan pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa partikel mikroplastik di temukan tertimbun di jaringan manusia dan berpotensi memicu penyakit serius, seperti gangguan kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Manusia di perkirakan terpapar mikro dan nanoplastik melalui berbagai jalur. Setiap tahunnya, seseorang dapat menghirup hingga puluhan juta partikel mikroplastik dari udara. Selain terhirup, partikel ini juga dapat masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, serta kemungkinan terserap melalui kulit dalam kondisi tertentu.

Berbagai studi laboratorium menemukan bahwa mikroplastik dapat memicu peradangan jaringan, merusak sel, dan mengganggu fungsi organ vital seperti paru-paru dan hati. Pada penelitian terhadap hewan, paparan mikroplastik di kaitkan dengan kerusakan DNA dan peningkatan risiko kanker. Dalam kondisi ekstrem, akumulasi mikroplastik di pembuluh darah bahkan di duga dapat meningkatkan risiko kematian mendadak.

Mikroplastik

Waspada! 7 Barang di Dapur ini Banyak yang Terpapar Mikroplastik.

 

Peralatan Dapur sebagai Sumber Paparan Mikroplastik

Tanpa di sadari, dapur rumah tangga menjadi salah satu sumber utama paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peralatan dan bahan yang umum di gunakan berpotensi melepaskan partikel plastik ke dalam makanan.

1. Peralatan Masak Antilengket

Wajan dan panci berlapis antilengket, seperti teflon, di ketahui dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik, terutama ketika permukaannya sudah tergores atau retak. Paparan panas tinggi mempercepat pelepasan partikel ini ke dalam makanan.

2. Wadah Makanan Berbahan Plastik

Wadah plastik, termasuk kotak makan dari layanan pesan antar, berisiko tinggi melepaskan mikroplastik saat di gunakan untuk makanan panas. Penelitian menunjukkan bahwa hampir semua wadah plastik yang di uji mengandung partikel mikroplastik.

3. Alat Makan Sekali Pakai

Sendok dan garpu plastik dapat melepaskan mikroplastik ketika bersentuhan dengan makanan panas. Partikel tersebut kemudian ikut tertelan bersama makanan.

4. Kantong Teh Berbahan Plastik

Banyak kantong teh modern di buat dari bahan sintetis seperti polypropylene. Saat di seduh dengan air panas, kantong ini dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik ke dalam minuman.

5. Rempah-rempah dalam Kemasan Plastik

Rempah-rempah yang di kemas dalam plastik juga berpotensi terkontaminasi mikroplastik. Studi terbaru menemukan bahwa partikel plastik dapat berpindah dari kemasan ke isi produk.

6. Sedotan Plastik

Sedotan plastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga dapat melepaskan mikro dan nanoplastik yang berisiko terhirup langsung saat di gunakan.

7. Makanan Kalengan

Kaleng makanan umumnya di lapisi bahan pelindung berbasis polimer. Meski bebas BPA, lapisan alternatif seperti akrilik dan epoksi poliester tetap mengandung komponen mikroplastik.

Langkah Sederhana Mengurangi Paparan Mikroplastik

Mengurangi paparan mikroplastik dari dapur dapat di mulai dengan perubahan kecil namun konsisten. Mengganti peralatan masak plastik dengan bahan yang lebih aman seperti baja tahan karat, besi cor, atau kayu merupakan langkah awal yang efektif. Wadah makanan dari kaca atau keramik juga lebih di sarankan untuk menyimpan dan memanaskan makanan.

Selain itu, memilih teh daun lepas dengan saringan logam, membeli rempah dalam botol kaca, serta beralih ke sedotan ramah lingkungan seperti logam atau bambu dapat membantu menekan paparan mikroplastik. Mengonsumsi makanan segar atau beku di bandingkan makanan kalengan juga menjadi pilihan yang lebih sehat.

Kesimpulan

Mikroplastik merupakan ancaman nyata yang sering luput dari perhatian karena ukurannya yang sangat kecil. Paparan jangka panjang dapat berdampak serius bagi kesehatan manusia. Dengan meningkatkan kesadaran dan melakukan perubahan sederhana di dapur, risiko paparan mikroplastik dapat di minimalkan, sekaligus berkontribusi pada perlindungan lingkungan secara lebih luas.